Fawwaz Muhammad Fauzi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KHAS Kempek Cirebon

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF GUAVA LEAVES ETHANOL EXTRACT (Syzygium aqueum Burm F) WITH DPPH METHOD (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazil) Fina Fitriani; Siti Nur Hikmah; Fawwaz Muhammad Fauzi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1148

Abstract

Free radicals are compounds that can cause damage to human body cells, which can be prevented with antioxidants. Antioxidants can be found in several natural ingredients, such as water guava leaves. This study aims to determine the antioxidant activity of an ethanol extract from water guava leaves (Syzygium aqueum Burm F). The water guava leaves used came from the Kempek Palimanan Cirebon area. Extraction was carried out using the maceration method using a 96% ethanol solvent until a concentrated extract was obtained. The extract was identified for secondary metabolite content using a reagent test. An antioxidant activity test was carried out using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Analysis of the strength of antioxidant activity is carried out by calculating the IC50 value, which is based on the percent inhibition of free radicals by the test sample by comparing Vitamin C. Identification of active compounds in the concentrated ethanol extract of water guava leaves indicated the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The antioxidant activity of an ethanolic 96% extract of water guava leaves (Syzygium aquarium) in this study had an IC50 value of 6.89 ppm, which shows very strong antioxidant activity in warding off free radicals. Keywords: antioxidants, water guava leaves, DPPH
STUDI BIOAVAILABILITAS DAN MOLECULAR DOCKING SENYAWA FENOLIK Ocimum sanctum L. SEBAGAI INHIBITOR RESEPTOR ESTROGEN ALFA PADA SEL KANKER PAYUDARA Muhammad Fauzi, Fawwaz; Urwatul Wutsqa, Yusfia; Azizah Rohmatika, Nur
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.297

Abstract

Salah satu target pengobatan kanker payudara adalah dengan menggunakan tamoksifen sebagai inhibitor reseptor estrogen alfa (RE-α). Namun, penggunaan tamoksifen dapat menimbulkan efek samping sehingga perlu dikembangkan inhibitor RE-α dari senyawa bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa fenolik dari Kemangi (Ocimum sanctum L.) sebagai inhibitor RE-α menggunakan metode in silico. Pengumpulan senyawa fenolik pada O. sanctum L. menggunakan database Knapsack, prediksi bioavailabilitas menggunakan webserver SwissADME dan molecular docking dilakukan dengan software PLANTS dengan target protein RE-α (PDBID: 3ERT). Sebanyak 26 senyawa dari total 40 senyawa fenolik yang telah teridentifikasi memiliki bioavailabilitas yang baik, dan lima diantaranya diprediksi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi inhibitor RE-α karena memiliki skor docking yang rendah, yakni Tulsinol A, B, C, D dan G memiliki skor docking berturut-turut sebesar -91,304; -106,970; -104,923; -105,862 dan -89,059. Beberapa senyawa tersebut memiliki interaksi protein-ligan yang sama dengan 4-OHT dan native ligand estradiol yang diduga memiliki peran dalam menginhibisi pertumbuhan sel kanker payudara.
Penyuluhan Dan Cek Kesehatan Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat Terhadap Santri Dan Tenaga Pengajar Di Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon Urwatul Wutsqa, Yusfia; Shaliha, Indah; Retno Sari, Dwi; Muhammad Fauzi, Fawwaz; Warnandi, Alif
Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Juli 2025
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/japm.v2i1.44

Abstract

Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, merupakan lingkungan pendidikan yang memiliki karakteristik gaya hidup santri dengan pola makan tinggi karbohidrat dan lemak serta aktivitas fisik yang terbatas, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia. Rendahnya akses terhadap layanan kesehatan serta minimnya pengetahuan santri dan tenaga pengajar mengenai gaya hidup sehat memperparah situasi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka terhadap pentingnya menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Metode pelaksanaan mencakup edukasi kesehatan berbasis ceramah interaktif serta pemeriksaan kadar GCU (glukosa, kolesterol, dan asam urat) menggunakan alat digital portabel. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 50 peserta, mayoritas memiliki kadar GCU dalam rentang normal, meskipun ditemukan masih rendahnya pemahaman awal tentang penyakit metabolik. Respons peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukatif dan preventif di lingkungan pesantren dapat berperan penting dalam membentuk kesadaran kesehatan sejak dini, serta mendorong terbentuknya gaya hidup sehat di kalangan santri dan tenaga pengajar.
ANALISIS KOMPARATIF AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK PAKU KEPALA TUPAI (Drynaria quercifolia) DARI PEGUNUNGAN CIREMAI MENGGUNAKAN METODE DPPH DAN ABTS Mustofa, Rifqi; Fadhilati, Fiya; Urwatul Wutsqa, Yusfia; Muhammad Fauzi, Fawwaz
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1183

Abstract

Tumbuhan paku kepala tupai (Drynaria quercifolia) merupakan tumbuhan yang persebaranya dari India, Cina selatan, dan negara-negara Asia tenggara. Tumbuhan ini banyak ditemukan pada pohon yang berusia tua didaerah dataran rendah. Drynaria quercifolia memiliki rhizoma dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan tumbuhan paku epifit lain yaitu dengan diameter 2 cm lebih. Drynaria quercifolia merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan flavonoid, fenolik, alkaloid, steroid, saponin dan tanin sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar antioksidan pada tumbuhan paku D. quercifolia dengan menggunakan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) dan ABTS (2,2- Azino - Bis (3-Etilbenzotiazolin -6- Asamsulfonat)). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan pelarut metanol dan metode ABTS menggunakan pelarut etanol. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental. Data hasil uji dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan nilai IC₅₀. Penelitian ini menunjukan ekstrak metanol D. quercifolia memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, fenolik, tanin, steroid dan saponin. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH diperoleh nilai IC50 pada ekstrak metanol D. quercifolia sebesar 112,386 μg/ml sehingga termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada metode ABTS didapatkan hasil IC50 3,288 ppm yang artinya nilai IC50 tergolong sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak metanol Drynaria quercifolia menunjukkan aktivitas antioksidan yang berbeda berdasarkan metode pengujian, yaitu aktivitas sedang pada metode DPPH, dan aktivitas sangat kuat pada metode ABTS.
Efek Konseling Farmasi pada Kualitas Hidup dan Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 : The Effect of Pharmacy Counseling on The Quality of Life and Blood Sugar Levels of Type 2 Diabetes Mellitus Patients Istiqomah, Iis; Sari, Dwi Retno; Muhammad Fauzi, Fawwaz; Wutsqa, Yusfia Urwatul
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 01 (2025): June, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i01.4

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan kematian jika tidak dikelola dengan tepat. Konseling farmasi kepada pasien DM dapat meningkatkan pemahaman terhadap penyakit, sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas pengobatan baik secara farmakologis maupun non-farmakologis, serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak konseling farmasi terhadap kualitas hidup dan kadar gula darah pasien DM tipe 2 sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian menggunakan rancangan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) untuk menilai kualitas hidup, serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu sebagai parameter klinis. Sebanyak 23 responden dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Hasil analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa konseling farmasi berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien, dengan rata-rata skor meningkat dari 188,70 menjadi 206,17 (p = 0,00). Selain itu, terjadi penurunan rerata kadar gula darah sewaktu dari 337,91 mg/dL menjadi 285,17 mg/dL setelah intervensi (p = 0,00). Dengan demikian, konseling farmasi terbukti berperan positif dalam meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Pembuatan Sediaan Masker Gel Peel-Off Beras Hitam ( Oryza sativa L.) dan Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH: Preparation of Black Rice (Oryza sativa L.) Peel-Off Gel Mask and Antioxidant Activity Test using the DPPH Method Shaliha, Indah; Anjani, Dina Ruslika; Fauzi, Fawwaz Muhammad
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 01 (2025): June, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i01.6

Abstract

Beras hitam (Oryza sativa L.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi karena kandungan antosianinnya yang melimpah, menjadikannya berpotensi sebagai bahan aktif dalam sediaan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak beras hitam melalui skrining fitokimia, merumuskan sediaan masker gel Peel-Off, serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dan membandingkannya dengan vitamin C sebagai pembanding. Tahapan awal penelitian meliputi skrining fitokimia terhadap ekstrak beras hitam yang menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Selanjutnya dilakukan formulasi sediaan masker gel Peel-Off dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 4% (F1), 5% (F2), dan 6% (F3), yang kemudian dievaluasi mutu fisiknya meliputi pH, daya sebar, dan waktu pengeringan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki pH sebesar 5,76, daya sebar di bawah 4 cm, dan waktu pengeringan kurang dari 30 menit. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 9,571 ppm untuk F1, 2,981 ppm untuk F2, dan 18,116 ppm untuk F3. Seluruh formula tergolong memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai sediaan masker gel Peel-Off berbasis bahan alam yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Angiopteris evecta (G. Forst.) Hoffm. dengan Metode ABTS: Total Flavonoid Content and Antioxidant Activity of Ethanolic Extract of Angiopteris evecta (G. Forst.) Hoffm. Using the ABTS Method Muzayinah, Muzayinah; Wutsqa, Yusfia Urwatul; Fauzi, Fawwaz Muhammad
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.10

Abstract

Angiopteris evecta (G. Forst.) Hoffm. merupakan tumbuhan paku dari famili Marattiaceae yang tersebar luas di wilayah tropis dan berpotensi sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder, menentukan kadar flavonoid total, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak etanol A. evecta. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder, meliputi alkaloid, flavonoid, fenolik, dan saponin. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan menggunakan metode aluminium klorida (AlCl3) dengan kuersetin sebagai standar, yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode ABTS (2,2’-azino-bis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat)) pada rentang konsentrasi 50–250 ppm, dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol A. evecta mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan saponin. Kadar flavonoid total yang diperoleh sebesar 105,322 ±0,04 mg QE/g ekstrak. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun A. evecta memiliki nilai IC50 sebesar 183,1 ppm, sedangkan kuersetin sebagai standar menunjukkan nilai IC50 sebesar 3,01 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol A. evecta memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan kuersetin.
Formulasi Sediaan Acne Patch Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica Papaya L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium Acnes: Formulation of Acne Patch Etanol Extract of Papaya Seeds (Carica papaya L.) And Antibacterial Activity Test on Propionibacterium acnes Faqih, Abdul; Romdhoni, Husni; Warnandi, Alif; Fauzi, Fawwaz Muhammad
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.15

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit inflamasi umum pada remaja dan dewasa muda, dengan aktivitas bakteri Propionibacterium acnes sebagai faktor utama. Penggunaan antibiotik topikal jangka panjang berisiko menyebabkan resistensi dan iritasi kulit, sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) dalam sediaan acne patch serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol, lalu ekstrak diformulasikan dalam acne patch dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% menggunakan HPMC sebagai polimer. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, ketebalan, kelembapan, ketahanan lipat, dan pH, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi agar. Hasil evaluasi fisik menunjukkan semua formula memiliki tampilan homogen, ketebalan dan bobot seragam dengan koefisien variasi di bawah batas yang dipersyaratkan, kelembapan sesuai, ketahanan lipat baik, serta pH aman untuk kulit. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan semua formula mengandung ekstrak menghasilkan zona hambat terhadap P. acnes, dengan peningkatan diameter zona hambat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Formula dengan konsentrasi 15% menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi dalam kategori sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol biji pepaya berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif antibakteri alami dalam sediaan acne patch.