Kebangkitan pendidikan Indonesia menuntut pendekatan supervisi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga transformatif. Dalam tantangan global dan kompleksitas internal lembaga pendidikan, dibutuhkan strategi yang adaptif dan progresif. Pertama, strategi bertahan yang berfokus pada ketahanan sistemik dan respon terhadap krisis. Kedua, strategi mempertahankan kehidupan lembaga yang menitikberatkan pada keberlanjutan kelembagaan melalui inovasi kebijakan, peningkatan mutu SDM, dan pengelolaan sumber daya secara efektif. Ketiga, strategi yang berorientasi pada persaingan dengan menumbuhkan budaya mutu, daya saing akademik, serta keunggulan program pendidikan. Dalam menggerakkan ketiga strategi tersebut, supervisi diposisikan bukan sekadar pengawasan, melainkan instrumen pembangunan institusi. Dengan demikian, supervisi pendidikan perlu didesain secara kolaboratif, partisipatif, dan berbasis data, demi mengantarkan pendidikan Indonesia menuju era keemasan yang berdaya saing global dan berbasis nilai.
Copyrights © 2025