Bisnis kefarmasian mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan teknologi dan perubahan kebijakan di bidang kesehatan. Salah satu sarana kefarmasian yang merujuk pada bisnis farmasi adalah Apotek yang merupakan bagian dari UMKM di bidang perdagangan, serta turut membantu meningkatkan perekonomian di Indonesia. Pada pelaksanaannya, orientasi pemasaran farmasi di Apotek tidak hanya terbatas pada produk tetapi juga diterapkannya pharmaceutical care. Salah satu penilaian terbaik tercapainya pharmaceutical care adalah Kepuasan Pasien. Tingginya angka kepuasan pasien dapat mengoptimalkan efektivitas terapi dan meningkatkan profit Apotek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh strategi bauran pemasaran dengan elemen 7P (product, price, place, promotion, people, process dan physical evidance) terhadap implementasi pharmaceutical care untuk meningkatkan kepuasan pasien di Apotek Pelengkap RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Metode penelitian yang dilakukan adalah quantitative observasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebayak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu yang mampu berkomunikasi dengan baik, melihat dan membaca dengan baik, dan berusia lebih dari 12 tahun. Data dianalisis menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kefarmasian, kualitas produk, kompetitif harga, lokasi sarana kefarmasian dan Sumber Daya Manusia
Copyrights © 2025