cover
Contact Name
Sugeng Supriyanto
Contact Email
jfks@unimugo.ac.id
Phone
+6281572929655
Journal Mail Official
jfks@unimugo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Gombong Address: Jl. Yos Sudarso No.461 Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54412. Phone: (0287) 472433 | Email: jfks@unimugo.ac.id
Location
Kab. kebumen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
ISSN : 28092899     EISSN : 28092899     DOI : http://dx.doi.org/10.26753/jfks.v2i1.784
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Klinik & Sains (JFKS) mainly focuses a current topic in Pharmaceutical scineces, pharmaceutical management and pharmacy practice are also considered for publication by the Journal. JFKS is open for various fields such as pharmaceutical technology, pharmacognosy and phytochemistry, pharmaceutical microbiology and biotechnology, pharmacokinetics, pharmacology and toxicology, pharmaceutical Chemistry, community and clinical pharmacy, regulatory affairs and management pharmacy, pharmacoeconomic, social Pharmacy.
Articles 95 Documents
DETERMINATION OF THEOBROMINE LEVELS IN CHOCOLATE BEVERAGE POWDER BY HPLC METHOD Aprilia M.Sc. Kusbandari; Wida Safitri
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.185 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.778

Abstract

Chocolate drinks are one of the processed chocolate products that are popular among the people. Chocolate has a variety of active compounds including protein, fat, carbohydrates, polyphenol compounds, flavonoids and methylxanthine. Theobromine or 3,7-dimethylxanthine is the main ingredient in chocolate which belongs to the methylxanthine alkaloid group. This theobromine has a pharmacological effect as a stimulant. The purpose of this study was to determine theobromine levels contained in chocolate drink powder using the HPLC method. The sample used is chocolate drink beverage in the Umbulharjo Sub-District of Yogyakarta. Qualitative tests were carried out by the Parry test, the Murexide test, and comparing the retention times of samples to theobromine standards. Quantitative analysis was carried out using HPLC instruments with the mobile phase of methanol : water (40:60 v/v) with flow rate of 0.8 mL/minute, running time of 10 minutes, at λ 275 nm and stationary phase C18. Theobromine qualitative test showed that the sample contained theobromine with the Parry test is green solution, and in the Murexide test is violet red as well as the produced a relatively similar retention time of 5,789 minutes for the standard and 5,872 minutes for the sample. The average theobromine level of the three samples per dose for one cup of chocolate beverage was (18,0433 ± 0,8298) mg, (21,1753 ± 0,8716) mg, dan (32,1292 ± 1,4765) mg. Theobromine content of each sample was analyzed by Kruskal Wallis with a confidence level of 95% and the results showed a significant difference with a significance value of 0.002 <0.005. From the results of the study concluded that the sample contains theobromine which is a distinctive compound which is contained in chocolate. 
Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Demam Tifoid di Puskesmas Petanahan Periode Januari-Juni 2019 Tika Camelia Camelia; Muh Husnul Khuluq; Tri Cahyani Widiastuti
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.071 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.676

Abstract

Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik akut yang menyerang saluran pencernaan terutama pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Salah satu tatalaksana penyakit ini adalah dengan pemberian antibiotika yang penggunaannya perlu dievaluasi untuk menjamin mutu dan efektivitas terapi demam tifoid, meliputi tepat indikasi, pasien, obat dan dosis (4T). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien demam tifoid di Puskesmas Petanahan Periode Januari-Juni 2019. Metode yang digunakan adalah penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh 66 kasus demam tifoid. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan Standar Operasional Prosedur Penanganan Demam Tifoid Puskesmas Petanahan periode 2018 dan Kemenkes 2006. Antibiotika yang digunakan di Instalasi Rawat Inap Puskesmas Petanahan periode januari-juni 2019 adalah chloramphenicol (40,90%), thiamphenicol (4,54%), cotrimoxazole (4,54%), ceftriaxone (18,18%), cefadroxil (4,54%), cefixime (24,24%) dan ciprofloxacin (3,03%). Hasil evaluasi diketahui bahwa 100% tepat indikasi, 100% tepat pasien, 95,45% tepat obat dan 78,78% tepat dosis. Kesimpulan dari penelitian yaitu antibiotika kloramfenikol masih menjadi antibiotika lini petama untuk menangani pasien demam tifoid di Puskesmas Petanahan periode Januari-Juni 2019.Kata kunci: Antibiotika, Demam Tifoid, Evaluasi
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Serai Dan Ekstrak Pandan Wangi Terhadap Staphylococcus epidermidis Titi Pudji Rahayu; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Findi Maretha
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.85 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.655

Abstract

Minyak atsiri daun serai (Cymbopogon citratus (DC) Stapf) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) merupakan tanaman yang dapat menghambat aktivitas antibakteri, salah satunya yaitu bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri antara minyak atsiri daun serai (Cymbopogon citratus (DC). Stapf) dan ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifollius) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Ekstrak yang didapat dengan proses maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dilakukan uji tabung dan uji KLT. Pembuatan konsentrasi antara minyak atsiri daun serai dan ekstrak etanol daun pandan wangi dengan masing-masing konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 100%, kloramfenikol sebagai kontrol positif, tween 80 sebagai kontrol negatif minyak atsiri daun serai dan akuadest sebagai kontrol positif pada ekstrak etanol daun pandan wangi, selanjutnya akan diuji antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dengan menggunakan metode sumuran. Data yang diperoleh diuji menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak atsiri daun serai memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 6,25% dengan rata-rata daya hambat 8,8 mm, sedangkan ekstrak etanol daun pandan wangi memiliki aktifitas antibakteri pada konsentrasi 25% dengan rata-rata daya hambat 5,3 mm. Aktivitas antibakteri tiap konsentrasi minyak atsiri daun serai tidak memiliki perbedaan yang bermakna karena p>0,05, sedangkan pada ekstrak daun pandan konsentrasi 25%, 50%, dan 100% tidak memiliki perbedaan yang bermakna karena p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, minyak atsiri daun serai dan ekstrak etanol daun pandan wangi memiliki aktifitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi yang berbeda.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN PEMBERSIH WAJAH (CLEANSING OIL) BERBAHAN DASAR MINYAK JARAK (Ricinus communis) Ayu Desi Rachmadani; Sucia Rahmadani Nurlaila; Kun Harismah
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.069 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.784

Abstract

Membersihkan wajah bukan hanya sarana untuk mengangkat kulit mati, kotoran, sebum, dan kosmetik . Membersihkan wajah juga berperan penting di luar perawatan kulit seperti dalam perbaikan psikologis dan membantu memberikan rasa peremajaan pada kulit. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan produk pembersih untuk membersihkan kulit wajah secara efisien tanpa menyebabkan iritasi pada kulit serta dapat memberikan manfaat yang lain untuk perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang sesuai untuk menghasilkan produk cleansing oil yang baik dan mengetahui pengaruh konsentrasi surfaktan (decyl glucoside) terhadap stabilitas cleansing oil dengan melakukan berbagai pengujian yaitu uji organoleptik, uji viskositas, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas dan uji daya bersih. Hasil optimal dari penelitian ini adalah formulasi F2 dengan penggunaan konsentrasi surfaktan (decyl glucoside) 4%, yang memiliki sediaan stabil, memiliki daya bersih yang baik,tidak menimbulkan iritasi serta memiliki hasil uji sesuai Standar yang ditetapkan pada SNI 16–4380-1996 tentang syarat mutu pembersih kulit muka. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa semakin tinggi penggunaan surfaktan (decyl glucoside)  maka semakin tinggi nilai viskositas,pH,  dan uji daya bersih produk cleansing oil serta dapat mempengaruhi stabilitas produk
COMPLIANCE OF TAKING ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS IN TUBERCULOSIS PATIENTS AT SEVERAL PUSKESMAS IN SLEMAN REGENCY, YOGYAKARTA Sindy Cisna Ambarwati; Dyah Aryani Perwitasari
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.408 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.732

Abstract

Tuberculosis is a widespread disease listed from the top 10 triggers of death in the world (ranked above HIV/AIDS. According to the Sleman Health Office, the number of TB services at the Sleman regional health center in 2019 was 5466 cases with the cure rate for pulmonary TB with positive smear is 87 ,88%. After a person is diagnosed with Tuberculosis, it will be continued with TB treatment for 6 months, this makes the patient bored and does not comply with taking medication. Based on previous research, it was found that the adherence rate in patients undergoing treatment was 72.7%. Considering that TB is an infectious disease so that adherence to pulmonary TB treatment is important to analyze, this study aims to determine the level of adherence to taking anti-tuberculosis drugs in TB patients in several Puskesmas in Sleman area. Patients compliance was measured by MARS. This study used a descriptive observational design applying the cross-sectional design. The subjects were pulmonary TB patients registered as TB sufferers based on secondary data at the Sleman District Health Office, aged 15-70 years old, seeking treatment in March-April 2020, receiving treatment undergoing OAT therapy category 1 for at least one month and willing to be respondents. The results of the study revealed that 54% were male and 46% were female, dominated by 62% aged >25 years of 13 subjects. The score of MARS questionnaire obtained was <25. The results of the study concluded that the patient complied with 60.82% and the non-adherent patient was 39.19%.
Gambaran Pelayanan Kefarmasian dan Kepuasan Konsumen Apotek Puri Medika di Kecamatan Buayan Kota Kebumen Lisa Felia; Chondrosuro Miyarso; Rafila Intiyani
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.581 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.662

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan tolak ukur yang digunakan sebagai acuan bagi para tenaga kefarmasian dalam penyelenggarakan  berbagai pelayanan kefarmasian. Dalam pelayanan kefarmasian kepuasan menjadi bagian yang sangat penting karena kepuasan  pasien  tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelayanan dan kepuasaan konsumen dalam menerima pelayanan obat yang diberikan oleh petugas Apotek Puri Medika. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, jumlah responden 78 orang dengan purposive sampling Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan uraian nilai TCR (Tingkat Capaian Responden) tertinggi yaitu dimensi bukti langsung yaitu 83% (sangat puas), dimensi kehandalan 79,4% (puas), dimensi empati 78,2 (puas), dimensi jaminan 77% (puas, dan dimensi ketanggapan 75% (puas). Sehingga dapat disimpulkan bahwa gambaran pelayanan kefarmasian di Apotek Puri Medika mendapatkan kepuasan konsumen di Apotek Puri Medika menurut lima dimensi mendapatkan kategori puas dengan skor nilai 78,6%.
UJI KUALITAS DAN SIFAT FISIKO KIMIA SEDIAAN MINYAK TELON BAYI DENGAN VARIASI BLENDING ESSENTIAL OIL Nanda Mila Afida; Nurina Ade Almira; Kun Harismah
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.193 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.785

Abstract

Minyak telon merupakan produk turun temurun dipercaya untuk menjaga kehangatan pada bayi. Komposisi minyak telon terdiri dari minyak adas, minyak kayu putih dan minyak kelapa. Guna menambah manfaat pada produk minyak telon dapat ditambahkan minyak atsiri seperti lavender dan spearmint. Penggunaan minyak atsiri pada bayi harus tepat, baik kadar maupun jenis. Salah satunya yaitu minyak atsiri kayu putih, dapat mengiritasi kulit apabila kadarnya terlalu tinggi. Minyak nabati yang digunakan tidak hanya VCO, akan dicampur dengan minyak nabati lain seperti minyak almond, sehingga komponen tersebut memiliki sinergi manfaat yang banyak jika digabung menjadi produk minyak telon. Menjadi Perhatian peneliti untuk menentukan komposisi blending minyak atsiri yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara faktorial. Proses produksi minyak telon memiliki 5 macam formulasi blending minyak atsiri dengan perbandingan kadar minyak nabati antara VCO dan Minyak Almond yaitu 1:1. Parameter yang diuji dalam penelitian ini berupa pengujian kualitas sediaan minyak telon (pH dan uji hedonic) dan pengujian sifat fisiko-kimia (uji organoleptik, berat jenis, indeks bias dan viskositas).
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA MAGELANG Ageng Budi Wicaksono; Fitriana Yuliastuti; Ni Made Ayu Nila S
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.042 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.750

Abstract

World Health Organization (WHO) mendefinisikan swamedikasi atau pengobatan sendiri sebagai pemilihan dan penggunaan obat oleh seseorang (atau anggota keluarganya) untuk mengobati kondisi atau gejala yang dikenali atau didiagnosis sendiri. Penelitian menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan dan perilaku antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan memiliki perbedaan yang signifikan. Kurangnya pengetahuan, penyakit yang awalnya ringan menjadi berat dan dapat mengancam keselamatan jiwa. Penelitian menyatakan bahwa masyarakat memiliki upaya untuk mengatasi masalah kesehatan dengan melakukan swamedikasi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross-sectional, dimana variabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara serentak dalam satu waktu bersamaan, dan tidak ada pengukuran lanjutan terhadap responden. Data dalam penelitian ini berasal dari pengetahuan dan perilaku swamedikasi masyarakat pada masa pandemi COVID-19 di Kota Magelang. Data yang diperoleh dari sampel penelitian selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif dan kemudian diinterpretasikan. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Magelang yang pernah melakukan swamedikasi pada masa pandemi COVID-19 dengan jumlah 100 orang responden. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa jenis penyakit yang pernah diobati oleh masyarakat di Kota Magelang pada saat pandemi COVID-19 dengan menggunakan swamedikasi adalah sakit kepala (64%), nyeri (48%), batuk (41%), dan demam (41%). Hal ini disebabkan karena swamedikasi dalam masyarakat sering dilakukan untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan Tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat Kota Magelang pada masa pandemi COVID-19 tergolong sedang. Perilaku swamedikasi masyarakat Kota Magelang pada masa pandemi COVID-19 dikategorikan cukup baik.
Optimasi Sintesis Perak Nanopartikel Menggunakan Ekstrak Daun Kawista (Limonia acidissima Groff) Humairani Rahman; Hilda Aprilia Wisnuwardhani; Rusnadi Rusnadi
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.44 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.671

Abstract

Metode sintesis nanopartikel perak pada umumnya dilakukan secara kimia dan fisika. Akan tetapi, kedua metode tersebut memiliki efek yang merugikan terhadap lingkungan. Metode green chemistry dikembangkan dengan pendekatan ramah lingkungan berdasarkan bioreduksi ekstrak tanaman Limonia acidissima Groff. Kondisi sintesis nanopartikel perak yang paling optimal yaitu dengan campuran AgNO3 1 mM, ekstrak dan penstabil dengan perbandingan (2:1:2) yang diaduk selama 5 jam. Hasil karakterisasi nanopartikel perak memiliki diameter partikel 319,3 nm dan indek polidispersitas 0,378
Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotika Demam Tipoid Pada Pasien Dewasa Rawat Inap di RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan Metode ATC/ DDD Periode Tahun 2020 Eka Wuri Handayani; Anggie Luthfieasari; Muh Husnul Khuluq
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.2 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.632

Abstract

Latar Belakang, Penyakit demam tifoid masih menempati 10 besar dari tahun ke tahunnya di wilayah kebumen. Beberapa dari penelitian sebelumnya menunjukkan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid memiliki nilai DDD (Defined Daily Dose) yang tinggi serta dapat berpotensi digunakan secara tidak rasional. Kasus demam tifoid di RSUD Dr.Soedirman Kebumen masih dinilai tinggi dan angka kejadiannya masih mengalami naik dan turun. Tahun 2020 angka kejadian mencapai 220 kasus. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus diagnosa demam tifoid di RSUD Dr. Soedirman Kebumen menggunakan metode ATC/DDD. Tujuan Penelitian, Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika demam tifoid pasien dewasa rawat inap di RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan menggunakan metode ATC/DDD pada periode 2020. Metode Penelitian, Jenis penelitian ini berupa penelitian observasional serta menggunakan desain penelitian cross sectional melalui mengambilan data rekam medis pasien. Hasil Penelitian, Hasil penelitian menunjukan sebanyak 109 pasien yang mendapatkan terapi antibiotik. Terapinya menggunakan 5 macam. Golongan antibiotik yang digunakan yakni sefalosforin generasi ketiga, quinolone dan kloramfenikol. Pada penelitian ini didapat hasil penggunaaan antibiotik pada pasien dewasa rawat inap periode tahun 2020 yaitu DDD/ 100 patient-days ceftriaxone sebesar 62.78. DDD/ 100 patient-days sefotaksim sebanyak 0.34. DDD/ 100 patient-days cefixime sebesar 1.85. DDD/ 100 patient-days ciprofloxacin sebesar 3.05 serta DDD/ 100 patient-days thiamphenicol sebesar 0.90. Total antibiotika keselurahan yang digunakan sebesar 68.92 DDD/100 patient-days. Kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian DDD/ 100 patient-days ceftriaxone sebesar 62.78. DDD/ 100 patient-days sefotaksim sebanyak 0.34. DDD/ 100 patient-days cefixime sebesar 1.85. DDD/ 100 patient-days ciprofloxacin sebesar 3.05 serta DDD/ 100 patient-days thiamphenicol sebesar 0.90. Total antibiotika keselurahan yang digunakan sebesar 68.92 DDD/100 patient-day. Antibiotik yang sering digunakan yakni ceftriaxone.

Page 1 of 10 | Total Record : 95