Perbedaan karakteristik, nilai, keyakinan, cara kerja, dan pandangan diantara generasi boomer dan generasi Z telah memunculkan stigma “Boomer kolot” dan “Gen-Z nyolot”. Hal ini dikenal dengan istilah Generation gap. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan peran penting pendidik PAK dalam menjembatani kesalahpahaman antar generasi dengan tujuan mengatasi stigma-stigma yang memicu konflik antara gen-boomer dengan gen-Z. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 peran guru pendidikan agama Kristen dalam mengatasi generation gap yaitu merancang pembelajaran PAK yang menarik dan relevan dan merancang kegiatan dialog antar generasi.
Copyrights © 2025