Ekstraksi pati sagu membutuhkan air dalam jumlah yang banyak sehingga dalam proses pengolahannya dihasilkan air limbah sagu dan ampas sagu yang sangat banyak. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi bahan pencemar dari air limbah sagu yang masuk ke sungai sehingga mempengaruhi kualitas air sungai. Air limbah pengolahan sagu yang digunakan adalah air buangan pertama yang diambil langsung dari saluran pembuangan (T1), air buangan terakhir yang diambil dekat dengan pembuangan ke sungai (T2), dan air sungai tempat pengaliran air limbah sagu. Parameter fisikokimia (suhu, pH, kekeruhan, TSS, DO, mineral besi, dan nitrat) diperoleh menggunakan metode analitik berdasarkan SNI dan mineral phosfat menggunakan spektrofotometrik. Perbandingan hasil pengukuran parameter fisikokimia air limbah sagu dan air sungai dengan baku mutu menunjukkan bahwa parameter kekeruhan 51,2 mg/L, konsentrasi TSS 140 mg/L, dan konsentrasi mineral besi 3,0951 mg/L melebihi ambang batas baku mutu untuk perairan kelas II berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air limbah sagu memberikan kontribusi bahan pencemar yang dibuang ke sungai sehingga untuk selanjutnya perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan
Copyrights © 2025