Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI DI KELURAHAN PAJALESANG KOTA PALOPO Putu Darmawan; Sukarti; Nururrahmah Hammado; Nurmalasari
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The river water which is passes through Pajalesang, Palopo City, through settlements and several industrial developments. Increasing population and development activities along river basins can lead to increased discharge of waste into water bodies. The river which is used as a place for waste disposal from the activities of the surrounding community can cause a decrease in water quality so that it does not meet the required quality standards for the use of clean water. This research aims to determine the quality of river water in Pajalesang, Palopo City. The research method was used several stages, namely sample preparation, data analysis using physical parameters (odor, taste and color, turbidity, total dissolved solids (TDS)), and data analysis using chemical parameters, namely pH, temperature, and iron (Fe) content. The results showed on the physical parameters of river water in Pajalesang, Palopo City, that it is odorless and when drunk it is tasteless and colorless, the resulting turbidity is 7.91 NTU, the total dissolved solids (TDS) are 70 mg/L and the temperature is 26.8ºC. It means that based on the physical parameters, the results exceeded the threshold standard requirements for clean water quality standards set by Minister of Health Regulation No. 32/2017. The chemical parameters in river water in Pajalesang, Palopo City showed that a pH value of 7.9 and a metal content of iron (Fe) of 0.1mg/L. The results also exceeded the threshold requirements for clean water quality standards based on chemical parameters.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR UNTUK EKSTRAKSI PATI SAGU Nururrahmah Hammado; Nurmalasari; Laurensius Leong Liwu; Sukarti
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main process in processing sago to obtain sago starch uses large amounts of water. One of the factors that determine the quality of sago starch is the water used for sago starch extraction because water is used to separate sago starch from sago fiber. The purpose of this study was to determine the quality of ground water used for sago starch extraction based on physical and chemical parameters. The physical parameters analyzed were the temperature, turbidity, odor, taste, and color of the ground water, while the chemical parameters analyzed were the concentrations of BOD, COD, Fe, and the pH of the ground water. Water samples were obtained from wells in Jaya Village, Telluwanua District, Palopo City. The preparation and testing of water quality were carried out at the Natural Materials Laboratory of the Faculty of Science, University of Cokroaminoto Palopo, and the Chemical Laboratory of the Makassar City Environmental Service. The results showed that the quality of ground water was based on physical parameters: temperature (26 oC), turbidity 7.54 NTU, ground water was odorless, tasteless, and colorless, while chemical parameters obtained BOD concentration of 2.2 mg/L; COD was 27.3 mg/L, and Fe metal was 4 mg/L. The results indicate that the ground water used for sago starch extraction is still within the threshold required for water quality (Class II). This research can be continued by adding tests for biological parameters, as well as several other parameters such as TDS, hardness, and several other hazardous metals so that the results of this study can be used as consideration for using the ground water as a source of water for sago starch extraction.
PENYULUHAN PENTINGNYA SANITASI LINGKUNGAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT DESA GANTARANG KECAMATAN KELARA KABUPATEN JENEPONTO Hasrianti; Nururrahmah Hammado; Muhammad Muzaini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.478

Abstract

Sanitasi adalah upaya yang dilakukan untuk memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan. Kondisi lingkungan yang bersih, aman dan sehat sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat Desa Gantarang masih banyak yang belum mengetahui atau memahami beberapa hal terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan khususnya pengelolaan sampah yang dapat mengganggu kesehatan. Oleh karena ini penyuluhan tentang pentingnya sanitasi lingkungan dilakukan di Desa Gantarang Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto. Dari hasil penyuluhan masyarakat memperoleh pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan, penyediaan sarana kebersihan seperti tempat sampah, penyediaan fasilitas MCK seperti jamban keluarga, serta penyediaan air bersih untuk kebutuhan minum dan MCK. Hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga sanitasi/kebersihan lingkungan sekitar mulai dari pembuangan sampah/limbah rumah tangga ataupun limbah dari hasil kegiatan lainnya guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Untuk kegiatan pengabdian berikutnya direkomendasikan melakukan penyuluhan tentang pengolahan dan pemanfaatan sampah.
Penyuluhan Pengelolaan Dan Pengolahan Sampah Berbasis Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Produk Eco-Enzym Nururrahmah Hammado; ST. Aisyah Humaerah -; Surya Dharma -; Hasrianti -; Muhammad Muzaini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i1.592

Abstract

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelolah dan mengolah sampah organik menyebabkan banyaknya timbunan sampah di lahan-lahan kosong, pinggir jalan dan disaluran air sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan menurunnya kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelolah sampah organik dan untuk mewujudkan produk eco-enzyme berbasis sampah organik. Pengabdian ini di laksanakan di kantor desa Parangbaddo kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dengan target, minimal sebanyak 35 orang warga desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yakni ceramah, diskusi serta simulasi atau praktik. Adapun hasil yang di peroleh yakni warga masyarakat desa Parangbaddo kabupaten Takalar sangat semagat dan antusias dalam kegiatan ini. Selain itu, banyak warga yang juga memberikan tanggapan positif selama presentasi dan praktik berlangsung dengan demikian masyarakat juga mulai menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan dengan mengelolah sampah organik demi menjaga kualitas lingkungan hidup dan juga, masyarakat telah mengetahui cara mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan bermanfaat melalui produk eco-enzyme sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan limbah organik.
Penguatan Literasi Lingkungan Generasi Z Melalui Kegiatan Edukatif Dharma, Surya; Nururrahmah, Nururrahmah; Kamal, Nahlah Mustafa; Humairah, St Aisyah; Magfirah HS, Sri
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6675

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatar belkangi oleh rendahnya literasi lingkungan generasi Z khsusnya yang berada dijenjang Sekolah Menengah Atas. Berdasarkan hal tersebut dilakukan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan generasi Z melalui kegiatan edukatif. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tahap persiapan dan sosialisasi, pelaksanaan kegiatan edukatif, evaluasi serta tahap keberlanjutan program. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa setelah kegiatan dilakukan terdapat peningkatan literasi lingkungan generasi Z melalui kegiatan edukatif yang dilakukan. Program ini tidak hanya meningkatkan literasi lingkungan siswa, tetapi juga memperkuat peran sekolah sebagai agen perubahan menuju masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing, serta melalui pendekatan edukatif, program ini mampu menjembatani tujuan SDGs dengan tindakan lokal yang sederhana namun berdampak dengan melibatkan Generasi Z.
Potensi ampas sagu sebagai media tumbuh ulat sagu Yeheskiel, Wini; Hammado, Nururrahmah; Hala, Yusminah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.39215

Abstract

Sagu merupakan salah satu sumber bahan makanan bagi masyarakat di Tana Luwu. Pengolahan pati sagu menghasilkan limbah cair dan limbah padat yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Ampas sagu dan pucuk batang sagu adalah limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan pati sagu yang masih mengandung selulosa cukup tinggi. Kandungan selulosa yang tinggi merupakan potensi yang besar untuk dapat diolah dan dimanfaatkan kembali sehingga dapat mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi ampas sagu sebagai media pertumbuhan ulat sagu berdasarkan berat dan panjang ulat sagu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan ampas sagu sebanyak 25 gram (P1), 30 gram (P2), 35 gram (P3), dan 40 gram (P4) dengan pengamatan selama 20 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Regresi Linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas sagu berpengaruh signifikan terhadap perkembangan berat ulat sagu (Sig. 0,007 < 0,05) dan panjang ulat sagu (Sig. 0,009 < 0,05).
Persepsi Masyarakat terhadap Peningkatan Kualitas Lingkungan dengan Pemanfaatan Limbah Sagu sari, desy nurhasanah; Nururrahmah, Nururrahmah; Humaerah, ST. Aisyah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80483

Abstract

ABSTRAKSagu adalah salah satu sumber pangan dan sumber pendapatan utama masyarakat di Tana Luwu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.  Pengolahan sagu masih dilakukan secara tradisional dan berkelompok di Kecamatan Telluwanua.  Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan sagu belum diolah dan dimanfaatkan masyarakat sehingga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran persepsi masyarakat dalam mengolah limbah yang bersumber dari pengolahan sagu menjadi biogas.  Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengumpulkan data melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dengan menggunakan 50 orang responden yang dipilih secara Simple Random Sampling. Data dianalisis untuk mendapatkan gambaran umum karakteristik sosial ekonomi masyarakat menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk frekuensi.  Persepsi masyarakat diperoleh dari penilaian tingkatan persepsi menggunakan rataan skor dengan rentang skala, sedangkan hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dengan persepsi masyarakat dianalisis dengan uji Korelasi Rank Spearman menggunakan SPSS 16.0.  Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa persepsi masyarakat masih ragu-ragu dengan skor rata-rata setiap aspek penilaian berada pada rentang skala 2,92 – 3,09; untuk memanfaatkan dan mengolah limbah pengolahan sagu, sedangkan karakteristik sosial ekonomi dengan persepsi masyarakat untuk sebagian besar variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang lemah.Kata Kunci: Limbah sagu, Pengolahan sagu, Biogas, Persepsi masyarakatABSTRACTSago is one of the main sources of food and income for the people of Tana Luwu, and is inseparable from their daily lives. Sago processing is still carried out traditionally and in groups in the Telluwanua District. The waste produced from the sago processing process has not been processed and utilized by the community, which can cause environmental damage. The purpose of this study was to determine and obtain an overview of the community's perception of processing waste from sago processing into biogas. This study was a survey that collected data through structured interviews using a questionnaire with 50 respondents selected using simple random sampling. The data were analyzed to obtain an overview of the socioeconomic characteristics of the community using descriptive statistics in the form of frequencies. The community's perceptions were obtained from the assessment of perception levels using average scores on a scale, while the relationship between socioeconomic characteristics and community perceptions was analyzed using the Spearman's rank correlation test using SPSS 16.0. The results of the study show that community perceptions are still uncertain, with the average score for each aspect of the assessment ranging from 2.92 to 3.09 for the utilization and processing of sago waste, while the socioeconomic characteristics and community perceptions for most variables have a significant relationship with a weak level of closeness.Keywords: Sago waste, Sago processing, Biogas, Public perception
Pelatihan Pengolahan Data Ilmiah Bidang Sains Lingkungan Sulfikar, Sulfikar; Humaerah, ST. Aisyah; Nururrahmah, Nururrahmah; Sri Magfirah HS; Abdullah, Nurjannah Oktorina
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7543

Abstract

Perkembangan sains lingkungan di era digital menuntut kemampuan mahasiswa untuk mengolah, memvisualisasikan, dan menginterpretasi data ilmiah secara tepat. Namun, kemampuan tersebut umumnya masih rendah pada mahasiswa tingkat awal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengolahan data ilmiah menggunakan Microsoft Excel melalui pelatihan berbasis praktik langsung. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pemberian materi, demonstrasi, praktik pengolahan data, dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan skor rata-rata tiap indikator kemampuan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta berada pada kategori kurang hingga sangat kurang, terutama pada aspek penggunaan fungsi Excel (mean = 1,87). Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada seluruh indikator kemampuan, dengan rata-rata post-test berada pada kategori baik hingga sangat baik (mean kemampuan mengolah data = 4,59). Peningkatan yang paling mencolok terdapat pada kemampuan penggunaan fungsi Excel (dari 1,87 menjadi 4,13). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan hands-on efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa dalam mengolah data ilmiah. Pelatihan ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan literasi data mahasiswa sains lingkungan serta dapat dijadikan model pelatihan berkelanjutan di perguruan tinggi.
KONTRIBUSI AIR LIMBAH PENGOLAHAN SAGU TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI Nururrahmah, Nururrahmah; Sari, Desy Nurhasanah; Sari, Andi Kurnia Sari; Ariadi, Luki
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 4 (2025): October| INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i4.14341

Abstract

Ekstraksi pati sagu membutuhkan air dalam jumlah yang banyak sehingga dalam proses pengolahannya dihasilkan air limbah sagu dan ampas sagu yang sangat banyak. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi bahan pencemar dari air limbah sagu yang masuk ke sungai sehingga mempengaruhi kualitas air sungai. Air limbah pengolahan sagu yang digunakan adalah air buangan pertama yang diambil langsung dari saluran pembuangan (T1), air buangan terakhir yang diambil dekat dengan pembuangan ke sungai (T2), dan air sungai tempat pengaliran air limbah sagu. Parameter fisikokimia (suhu, pH, kekeruhan, TSS, DO, mineral besi, dan nitrat) diperoleh menggunakan metode analitik berdasarkan SNI dan mineral phosfat menggunakan spektrofotometrik. Perbandingan hasil pengukuran parameter fisikokimia air limbah sagu dan air sungai dengan baku mutu menunjukkan bahwa parameter kekeruhan 51,2 mg/L, konsentrasi TSS 140 mg/L, dan konsentrasi mineral besi 3,0951 mg/L melebihi ambang batas baku mutu untuk perairan kelas II berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air limbah sagu memberikan kontribusi bahan pencemar yang dibuang ke sungai sehingga untuk selanjutnya perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan