Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KARAKTERISTIK MADU HUTAN LEBAH Apis Dorsata DAERAH SULAWESI TENGGARA DITINJAU DARI SIFAT FISIKA-KIMIA Desy Nurhasanah Sari
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forest honey is a natural liquid produced by Apis dorsata bees that has many health benefits. The quality of honey in Indonesia is based on quality standards determined by the Indonesian National Standard (SNI) 8664:2018. The quality of honey can be determined based on its physico-chemical properties. This study aims to determine the physical and chemical characteristics of forest honey from Lambusa Village, Konda Subdistrict, Konawe Regency, Southeast Sulawesi. Some parameters tested were water content, ash content, viscosity, pH, reducing sugar (glucose), Hydroxy Methyl Furfuraldehyde (HMF) and metal contamination of As, Pb and Cd in honey. The results showed that forest honey has a water content of 21.07% w/w, ash content of 0.25% w/w, viscosity of 10.26 poise, acidity of 42.16 mL N NaOH/kg, reducing sugar of 73.24% w/w and HMF content of 18.13 mg/kg, and is not contaminated with arsenic (As), cadmium (Cd) and lead (Pb) metals. From the results of this test, it can be concluded that forest honey from Lambusa village, Konda district, Konawe district, Southeast Sulawesi has physico-chemical properties that meet SNI 8664:2018.
MENUMBUHKAN KREATIFITAS DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH Nur Aeni; Desy Nurhasanah Sari; Tuti Suprianti; Hasrawati Bahar; Azmalaeni Rifkah Ansyarif
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3326

Abstract

Minyak goreng bekas yang sudah sering digunakan di rumah tangga atau yang dikenal sebagai minyak jelantah seringkali tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan malah dibuang sembarangan ke tanah atau sungai, yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Potensi limbah minyak jelantah sangat besar karena dihasilkan dari usaha seperti restoran cepat saji, jasa katering, warung makan, hotel, dan bahkan industri makanan yang besar. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Di SMKS Farmasi Syekh Yusuf Al-Makassari, masyarakat diberikan pelatihan mengenai cara memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar untuk membuat lilin aromaterapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperluas kreativitas siswa dan membantu mereka menciptakan usaha mandiri yang dapat meningkatkan ekonomi mereka sendiri dan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah menyampaikan materi, diskusi yang interaktif, dan melakukan praktik langsung dalam workshop. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan siswa dalam kewirausahaan meningkat secara signifikan, yang dibuktikan melalui posttest dengan hasil mencapai 90%. Selain itu, siswa sangat antusias dan mengikuti tahapan kegiatan pelatihan secara penuh
Menumbuhkan Kreatifitas dan Kewirausahaan Masyarakat Desa Nirannuang Kecematan Bontomarannu Melalui Sosialisasi Pemanfaatan Limbah sebagai Bahan Pembuatan Paving Blok Aeni, Nur; Sari, Desy Nurhasanah; Ansyarif, Azmaleni Rifkah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 3 (2024): June
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11521753

Abstract

Waste is defined as something that is no longer used, unused, disliked or something that is thrown away, which comes from human activities and does not occur by itself or remains from a business or activity in the form of piles of used goods, animal waste, plants or vegetables. Environmental balance becomes disturbed if the amount of waste products exceeds the environmental tolerance threshold and causes damage and can have a negative impact on human health. So it is necessary to handle waste, one way to process waste to make it more useful is by making Paving Blocks. In Nirannuang Village, Bontomarannu District, the community was given training on how to use waste such as plastic waste, used oil waste and sugarcane bagasse waste as material for making paving blocks. The aim is to expand the creativity of the people of Nirannuang Village, Bontomarannu District and help them create independent businesses that can improve their own economy and that of the surrounding community. Training is carried out by delivering speeches and interactive discussions. The results of the socialization show that the understanding of the people of Nirannuang Village, Bontomarannu District in entrepreneurship has increased significantly, as evidenced by a questionnaire regarding interest in exploring making Paving Blocks from plastic waste, which has increased by 90%. Apart from that, the community was very enthusiastic and fully participated in the stages of socialization activities.
Pengaruh Waktu Degradasi Terhadap Fotodegradasi Zat Warna Fenol Red Menggunakan Katalis TiO2-Ag Sari, Desy Nurhasanah; Ansyarif, Azmalaeni Rifkah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 1, No 3 (2023): Vol 1 No 3 Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v1i3.14

Abstract

Photodegradation is one method that can be used to process dye waste. This research aims to examine the effect of radiation time on the photodegradation of phenol red dye using a TiO2-Ag catalyst. This research was carried out using varying radiation times of 5, 10, 20, 30, 45, 60, 85, 90, 120, 150, and 210 minutes. The results showed that the radiation time affected the rate of photodegradation of phenol red dye. The photodegradation rate increases with increasing irradiation time. At 85 minutes of radiation time, the photodegradation rate of phenol red dye reached 82.47%. Based on the results of this research, it can be concluded that the TiO2-Ag catalyst is effective in the photodegradation process of phenol red dye with an optimum radiation time of 85 minutes. The TiO2-Ag catalyst is an effective catalyst in the dye photodegradation process
MENUMBUHKAN KREATIFITAS DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH Aeni, Nur; Sari, Desy Nurhasanah; Suprianti, Tuti; Bahar, Hasrawati; Ansyarif, Azmalaeni Rifkah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3326

Abstract

Minyak goreng bekas yang sudah sering digunakan di rumah tangga atau yang dikenal sebagai minyak jelantah seringkali tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan malah dibuang sembarangan ke tanah atau sungai, yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Potensi limbah minyak jelantah sangat besar karena dihasilkan dari usaha seperti restoran cepat saji, jasa katering, warung makan, hotel, dan bahkan industri makanan yang besar. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Di SMKS Farmasi Syekh Yusuf Al-Makassari, masyarakat diberikan pelatihan mengenai cara memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar untuk membuat lilin aromaterapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperluas kreativitas siswa dan membantu mereka menciptakan usaha mandiri yang dapat meningkatkan ekonomi mereka sendiri dan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah menyampaikan materi, diskusi yang interaktif, dan melakukan praktik langsung dalam workshop. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan siswa dalam kewirausahaan meningkat secara signifikan, yang dibuktikan melalui posttest dengan hasil mencapai 90%. Selain itu, siswa sangat antusias dan mengikuti tahapan kegiatan pelatihan secara penuh
Menumbuhkan Kreatifitas dan Kewirausahaan Masyarakat Desa Nirannuang Kecematan Bontomarannu Melalui Sosialisasi Pemanfaatan Limbah sebagai Bahan Pembuatan Paving Blok Aeni, Nur; Sari, Desy Nurhasanah; Ansyarif, Azmaleni Rifkah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 3 (2024): June
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11521753

Abstract

Waste is defined as something that is no longer used, unused, disliked or something that is thrown away, which comes from human activities and does not occur by itself or remains from a business or activity in the form of piles of used goods, animal waste, plants or vegetables. Environmental balance becomes disturbed if the amount of waste products exceeds the environmental tolerance threshold and causes damage and can have a negative impact on human health. So it is necessary to handle waste, one way to process waste to make it more useful is by making Paving Blocks. In Nirannuang Village, Bontomarannu District, the community was given training on how to use waste such as plastic waste, used oil waste and sugarcane bagasse waste as material for making paving blocks. The aim is to expand the creativity of the people of Nirannuang Village, Bontomarannu District and help them create independent businesses that can improve their own economy and that of the surrounding community. Training is carried out by delivering speeches and interactive discussions. The results of the socialization show that the understanding of the people of Nirannuang Village, Bontomarannu District in entrepreneurship has increased significantly, as evidenced by a questionnaire regarding interest in exploring making Paving Blocks from plastic waste, which has increased by 90%. Apart from that, the community was very enthusiastic and fully participated in the stages of socialization activities.
PENGARUH pH TERHADAP SINTESIS NANOPARTIKEL EMAS (AuNP s) DENGAN AGEN PENUDUNG ASAM GLUTAMAT Ansyarif, Azmalaeni Rifkah; Sari, Desy Nurhasanah
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glutamic acid as a reducing and capping agent was used in the synthesis of gold nanoparticles (AuNPs). The effect of pH was investigated to determine the optimum conditions and formation of AuNPs. In this study, characterization was carried out using UV-Vis spectrophotomater. Based on the test results, it shows that glutamic acid can act as a reducer and a hood in the synthesis of AuNPs marked by a change in color from colorless to burgundy. The results showed that the optimum pH value in the formation of AuNPs was characterized by the highest absorbance intensity in the UV-Vis spectra. The maximal wavelength obtained was in the region of 530 nm and the highest absorbance intensity was obtained at pH 12.
Persepsi Masyarakat terhadap Peningkatan Kualitas Lingkungan dengan Pemanfaatan Limbah Sagu sari, desy nurhasanah; Nururrahmah, Nururrahmah; Humaerah, ST. Aisyah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80483

Abstract

ABSTRAKSagu adalah salah satu sumber pangan dan sumber pendapatan utama masyarakat di Tana Luwu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.  Pengolahan sagu masih dilakukan secara tradisional dan berkelompok di Kecamatan Telluwanua.  Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan sagu belum diolah dan dimanfaatkan masyarakat sehingga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran persepsi masyarakat dalam mengolah limbah yang bersumber dari pengolahan sagu menjadi biogas.  Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengumpulkan data melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dengan menggunakan 50 orang responden yang dipilih secara Simple Random Sampling. Data dianalisis untuk mendapatkan gambaran umum karakteristik sosial ekonomi masyarakat menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk frekuensi.  Persepsi masyarakat diperoleh dari penilaian tingkatan persepsi menggunakan rataan skor dengan rentang skala, sedangkan hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dengan persepsi masyarakat dianalisis dengan uji Korelasi Rank Spearman menggunakan SPSS 16.0.  Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa persepsi masyarakat masih ragu-ragu dengan skor rata-rata setiap aspek penilaian berada pada rentang skala 2,92 – 3,09; untuk memanfaatkan dan mengolah limbah pengolahan sagu, sedangkan karakteristik sosial ekonomi dengan persepsi masyarakat untuk sebagian besar variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang lemah.Kata Kunci: Limbah sagu, Pengolahan sagu, Biogas, Persepsi masyarakatABSTRACTSago is one of the main sources of food and income for the people of Tana Luwu, and is inseparable from their daily lives. Sago processing is still carried out traditionally and in groups in the Telluwanua District. The waste produced from the sago processing process has not been processed and utilized by the community, which can cause environmental damage. The purpose of this study was to determine and obtain an overview of the community's perception of processing waste from sago processing into biogas. This study was a survey that collected data through structured interviews using a questionnaire with 50 respondents selected using simple random sampling. The data were analyzed to obtain an overview of the socioeconomic characteristics of the community using descriptive statistics in the form of frequencies. The community's perceptions were obtained from the assessment of perception levels using average scores on a scale, while the relationship between socioeconomic characteristics and community perceptions was analyzed using the Spearman's rank correlation test using SPSS 16.0. The results of the study show that community perceptions are still uncertain, with the average score for each aspect of the assessment ranging from 2.92 to 3.09 for the utilization and processing of sago waste, while the socioeconomic characteristics and community perceptions for most variables have a significant relationship with a weak level of closeness.Keywords: Sago waste, Sago processing, Biogas, Public perception
KONTRIBUSI AIR LIMBAH PENGOLAHAN SAGU TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI Nururrahmah, Nururrahmah; Sari, Desy Nurhasanah; Sari, Andi Kurnia Sari; Ariadi, Luki
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 4 (2025): October| INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i4.14341

Abstract

Ekstraksi pati sagu membutuhkan air dalam jumlah yang banyak sehingga dalam proses pengolahannya dihasilkan air limbah sagu dan ampas sagu yang sangat banyak. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi bahan pencemar dari air limbah sagu yang masuk ke sungai sehingga mempengaruhi kualitas air sungai. Air limbah pengolahan sagu yang digunakan adalah air buangan pertama yang diambil langsung dari saluran pembuangan (T1), air buangan terakhir yang diambil dekat dengan pembuangan ke sungai (T2), dan air sungai tempat pengaliran air limbah sagu. Parameter fisikokimia (suhu, pH, kekeruhan, TSS, DO, mineral besi, dan nitrat) diperoleh menggunakan metode analitik berdasarkan SNI dan mineral phosfat menggunakan spektrofotometrik. Perbandingan hasil pengukuran parameter fisikokimia air limbah sagu dan air sungai dengan baku mutu menunjukkan bahwa parameter kekeruhan 51,2 mg/L, konsentrasi TSS 140 mg/L, dan konsentrasi mineral besi 3,0951 mg/L melebihi ambang batas baku mutu untuk perairan kelas II berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air limbah sagu memberikan kontribusi bahan pencemar yang dibuang ke sungai sehingga untuk selanjutnya perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan