Keselamatan penerbangan merupakan aspek vital dalam operasional bandar udara, khususnya di Bandara Internasional Soekarno–Hatta sebagai bandara tersibuk di Indonesia. Salah satu ancaman keselamatan yang masih sering dijumpai di kawasan sekitar bandara adalah aktivitas bermain layang-layang oleh masyarakat, terutama di wilayah Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya sosialisasi larangan bermain layang-layang, mengidentifikasi dampaknya terhadap keselamatan penerbangan, serta mengevaluasi efektivitas upaya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat sekitar bandara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif, persuasif, dan partisipatif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan otoritas bandara, aparat pemerintah, dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai risiko layang-layang sebagai foreign object hazard, penurunan aktivitas pelanggaran di wilayah KKOP, serta meningkatnya partisipasi warga dalam pengawasan lingkungan. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun budaya sadar keselamatan (safety culture) di tingkat komunitas. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sosialisasi yang berkelanjutan dan kolaboratif merupakan strategi efektif dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan.
Copyrights © 2025