Pupuk organik memiliki peran penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan, namun peningkatan kualitas produk belum selalu diikuti dengan peningkatan kinerja penjualan, khususnya pada usaha berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat melalui Demo Care di RPTA Jakarta Barat yang masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan distribusi dan rantai pasok pupuk organik. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi kondisi strategi distribusi dan manajemen rantai pasok serta mengevaluasi peran penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman pengelola dan anggota. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan deskriptif dan evaluatif yang melibatkan 47 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang didukung oleh observasi dan diskusi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman awal peserta berada pada kisaran 38–45 persen dan meningkat menjadi 83–96 persen setelah penyuluhan pada seluruh aspek yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada pengelolaan persediaan sebesar 57,4 persen. Kesimpulannya, penyuluhan efektif sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan menjadi dasar awal perbaikan pengelolaan distribusi dan rantai pasok pupuk organik berbasis pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2025