Penyakit akibat gigitan nyamuk seperti Demam Berdarah, Chikungunya, Malaria, dan Filariasis terus menjadi masalah serius di daerah tropis, termasuk Jawa Timur yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan pada awal 2024. Tingginya angka kasus ini, didukung rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, serta kesulitan membedakan gejala penyakit oleh awam, sering mengakibatkan penanganan yang keliru dan terlambat. Mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem pakar diagnosis penyakit akibat gigitan nyamuk yang dirancang untuk membantu identifikasi penyakit secara cepat dan akurat. Sistem ini mengimplementasikan metode Dempster Shafer untuk menangani ketidakpastian data, memungkinkan diagnosis yang lebih presisi mendekati rekomendasi ahli. Hasilnya berupa aplikasi berbasis website yang nantinya dapat digunakan oleh tenaga medis dan masyarakat sebagai alat bantu deteksi dini penyakit akibat gigitan nyamuk.
Copyrights © 2025