Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai religius dalam pembelajaran karakter di era digital melalui program “Raih Pahala” di SD Negeri Badakarya Banjarnegara serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas religius siswa, wawancara dengan guru serta peserta didik, dan dokumentasi berbagai kegiatan yang mendukung implementasi program. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan internalisasi nilai religius di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai berlangsung melalui tiga tahap utama. Tahap transformasi nilai dilakukan dengan menyampaikan makna, tujuan, dan pentingnya ibadah kepada siswa. Tahap transaksi nilai terlihat melalui keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan religius secara terpandu. Sementara itu, tahap transinternalisasi nilai muncul dalam bentuk pembiasaan perilaku religius yang tercermin dalam tindakan sehari-hari. Program “Raih Pahala”, yang meliputi shalat dhuha, tadarus bersama, serta hafalan Asmaul Husna dan Juz ‘Amma, terbukti efektif menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, empati, dan kesadaran spiritual siswa. Selain itu, program ini turut memperkuat hubungan sosial serta mendorong penggunaan teknologi secara bijak. Dengan demikian, program “Raih Pahala” menjadi model pendidikan karakter religius yang relevan di era digital.
Copyrights © 2025