Penyakit bercak cokelat yang disebabkan jamur Alternaria solani merupakan salah satu kendala dalam budidaya tanaman tomat. Pengendalian penyakit secara ramah lingkungan dapat dilakukan melalui aplikasi mikrob pengendali penyakit dan penggunaan bahan organik. Artikel ini membahas hasil penelitian yang mengevaluasi efek pencampuran mikrob antagonis (isolat bakteri dan khamir) serta kombinasi mikrob dengan air rendaman kompos terhadap kemampuannya dalam menekan penyakit bercak cokelat pada daun tomat. Selain pengujian pada tanaman tomat, dilakukan juga percobaan secara in vitro untuk mengevaluasi kompatibilitas dan pengaruh campuran mikrob terhadap kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan jamur A. solani. Percobaan secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima ulangan, sedangkan percobaan pada tanaman tomat menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa bakteri isolat KSB4 (Bacilus subtilis) dan khamir isolat KDK11 asal air rendaman kompos bersifat kompatibel dan dapat menghambat pertumbuhan jamur A. solani secara in vitro sebesar 57,50%-65,23%. Kemampuan isolat mikrob secara tunggal atau campurannya tidak berbeda secara nyata. Aplikasi isolat mikrob antagonis secara tunggal, campuran, air rendaman kompos maupun kombinasinya dapat menekan penyakit bercak cokelat pada tanaman tomat sebesar 78,77%-97,12%. Pencampuran isolat mikrob antagonis atau kombinasi mikrob antagonis dengan air rendaman kompos tidak menghasilkan penekanan penyakit bercak coklat yang lebih baik daripada perlakuan secara tunggalnya.
Copyrights © 2025