Pengupasan kulit ari kelapa secara manual yang lambat (38,2 detik/buah) dan kualitas pengupasan tidak konsisten mendorong perlunya pengembangan mesin pengupas kulit ari kelapa dengan desain pisau optimal. Penelitian ini merancang bangun mesin pengupas menggunakan pisau stainless steel (ketebalan 1, 1,5, dan 2 mm) berkecepatan 3406 RPM dengan sudut potong 55°, kemudian menguji performanya terhadap 100 sampel kelapa. Hasil menunjukkan pisau 1,5 mm memberikan keseimbangan terbaik antara kecepatan (16,6 detik/buah) dan kualitas (100% TKA/tanpa sisa kulit ari), mengungguli pisau 2 mm yang lebih cepat (14,8 detik) namun berisiko meninggalkan residu (MKA), serta jauh lebih efisien dibanding metode manual (38,2 detik/buah). Dengan kapasitas 225 buah/jam (15 kali lebih cepat dari manual), temuan ini tidak hanya menyelesaikan masalah produktivitas industri pengolahan kelapa tetapi juga menjamin kualitas produk akhir, sekaligus berpotensi diaplikasikan untuk komoditas lain yang memerlukan presisi pengupasan. Penelitian ini memberikan terobosan teknis signifikan dalam mekanisasi proses pengolahan kelapa yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025