Permasalahan utama yang dihadapi oleh Kelompok Tani Mekarsari di Kabupaten Bandung adalah ketidaktepatan dosis pemupukan yang masih dilakukan secara estimasi visual subjektif tanpa mengetahui kondisi riil unsur hara tanah. Hal ini berdampak pada inefisiensi biaya produksi dan penurunan kualitas lahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menerapkan teknologi Smart Farming terintegrasi yang menggabungkan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Sistem yang dibangun bekerja dengan dua mekanisme input: (1) Sensor tanah berbasis IoT untuk memantau kelembapan dan pH tanah secara real-time, dan (2) Pengolahan citra digital (Computer Vision) untuk mendeteksi tingkat kehijauan daun (Bagan Warna Daun) guna mengestimasi kebutuhan Nitrogen tanaman. Data dari kedua sumber tersebut diolah oleh algoritma cerdas pada aplikasi mobile untuk menghasilkan rekomendasi takaran pupuk yang presisi. Metode pelaksanaan meliputi survei teknis, instalasi perangkat keras IoT di lahan, pelatihan penggunaan aplikasi deteksi daun, serta pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengoperasikan perangkat IoT dan aplikasi dengan baik, serta terjadi efisiensi penggunaan pupuk sebesar 75% dibandingkan metode konvensional. Integrasi teknologi ini menjadi solusi digitalisasi pertanian yang efektif dalam mendukung manajemen usaha tani yang lebih modern dan menguntungkan.
Copyrights © 2025