Hidrogel merupakan polimer struktur tiga dimensi yang memiliki kemampuan menyerap cairan. Hidrogel dapat dibuat menggunakan polimer sintetis seperti selulosa. Penggunaan selulosa tersebut didasarkan pada kelimpahan kandungannya pada berbagai tanaman yang ada di Indonesia. Proses pembuatan hidrogel dilakukan dengan menggunakan ikat silang fisika. Hidrogel yang dihasilkan menunjukkan karakteristik yang baik, meliputi nilai derajat pengembangan, kekuatan mekanik, dan biokompatibilitas. Namun, kekurangannya adalah hidrogel belum bisa dimanfaatkan secara optimal dalam bidang biomedis karena kurangnya aktivitas antibakteri yang memadai. Salah satu aplikasi biomedis yang menjadi perhatian adalah aplikasi penutup luka. Hal tersebut berkaitan dengan banyaknya kasus infeksi luka yang terjadi. Sehingga jika ingin digunakan sebagai aplikasi penutup luka, maka pada matrik hidrogel perlu ditambahkan senyawa bioaktif dari bahan alam. Ekstrak bahan alam yang digunakan harus memiliki kandungan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan anti inflamasi. Paper review ini menganalisis beberapa kandidat sumber senyawa bioaktif. Ekstrak biji mangga dapat dijadikan sebagai kandidat karena memiliki sifat-sifat tersebut. Selain itu pemilihan ekstrak biji mangga juga didasarkan pada keberlimpahannya di Indonesia. Sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan pengolahan limbah menjadi material baru yang lebih bermanfaat.
Copyrights © 2025