Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran adalah pemilihan materi ajar yang tepat agar siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Kurikulum hanya mencantumkan materi pokok secara garis besar, sehingga guru bertanggung jawab menyusun bahan ajar yang lebih lengkap dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan modul biologi SMA berbasis potensi lokal keanekaragaman Phanerogamae di Laboratorium Pertanian Terpadu Jagan, Sukoharjo, bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengembangan modul menggunakan metode R&D mengikuti model Borg & Gall yang telah disesuaikan menjadi tujuh tahapan: riset awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba, revisi, uji lapangan terbatas, dan revisi akhir. Penelitian ini berlangsung dari Januari hingga Maret 2025. Hasil validasi untuk uji kelayakan dari ahli materi sebesar 94,48%, ahli modul 93,98%, dan uji validasi kepraktisan dari guru sebesar 89,76%. Uji validasi kepraktisan pada guru merupakan tahap validasi kepraktisan awal untuk memastikan modul telah sesuai secara substansi dan pedagogis sebelum diimplementasikan lebih luas pada peserta didik dalam penelitian tahap berikutnya. Dengan demikian, secara keseluruhan modul dinyatakan sangat layak untuk digunakan. Modul Phanerogamae yang telah layak diharapkan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran biologi di SMA untuk mendorong kemandirian siswa dan memperkuat pemahaman ekologi.
Copyrights © 2025