Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) adalah tanaman palawija yang berperan penting sebagai komoditas pangan vital di Indonesia, berkontribusi secara strategis terhadap ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menggunakan 60 stek ubi jalar dari aksesi ARF-14, tanah Podsolik Kuning Merah (PMK), kotoran puyuh, dan 60 polybag berukuran 50x50 cm. Bahan tambahan termasuk lem tikus, pestisida nabati yang berasal dari tembakau, pupuk NPK mutiara dengan komposisi 16-16-16, dan kapur dolomit dengan daya netralisasi 101,43%. Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini antara lain panjang sulur (cm), jumlah cabang, jumlah umbi per tanaman (buah), panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), dan berat segar bagian udara tanaman (gram). Data penelitian dievaluasi dengan memanfaatkan hasil Uji Perbedaan Riil ANOVA, dilanjutkan dengan uji BNJ pada tingkat signifikansi 5% untuk memastikan perbedaan antar perlakuan tercapai. Hasil Uji Diferensial menunjukkan bahwa penerapan kotoran puyuh pada dosis yang berbeda secara signifikan mempengaruhi panjang sulur pada 2 MST dan 13 MST, berat segar tanaman atas, jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, dan diameter umbi, sementara tidak memiliki efek signifikan pada jumlah cabang dan panjang umbi. Pemanfaatan kotoran puyuh berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produktivitas ubi jalar di tanah Podsolik Merah Kuning. Hasilnya menunjukkan bahwa menambah dosis kotoran puyuh meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman, sehingga menyarankannya sebagai dosis ideal untuk meningkatkan hasil ubi jalar di lahan marjinal Kata Kunci : Pupuk Kandang, Burung Puyuh, Ubi Jalar, Aksesi arf-14, Podsolik Merah Kuning
Copyrights © 2025