Kabupaten Tanah Datar termasuk wilayah yang terkena dampak banjir bandang galodo pada 11 Mei 2024. Bencana ini berdampak besar pada saluran irigasi pertanian dan biaya produksi usaha tani padi, sehingga memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani padi yang lahannya terdampak saat musim tanam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggambarkan kondisi lahan dan masalah usaha tani akibat banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, serta (2) Menganalisis perbandingan pendapatan petani padi sebelum dan sesudah banjir. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive, melibatkan 84 petani padi yang lahannya terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lahan sawah rusak dan tidak dapat ditanami, dengan masalah utama berupa gagal panen, rusaknya saluran irigasi, dan meningkatnya OPT. (2) Pendapatan petani sebelum banjir rata-rata Rp17.109.583,10/Ha/MT, namun setelah banjir turun menjadi Rp9.409.111,03/Ha/MT, dengan selisih pendapatan sebesar Rp7.700.472,07/Ha/MT atau penurunan sebesar 45,01%.
Copyrights © 2025