Al Zacky, Fariz
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK BANJIR BANDANG GALODO TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI KABUPATEN TANAH DATAR Al Zacky, Fariz; Hakimi, Rini; Hafizah, Dian
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1923

Abstract

Kabupaten Tanah Datar termasuk wilayah yang terkena dampak banjir bandang galodo pada 11 Mei 2024. Bencana ini berdampak besar pada saluran irigasi pertanian dan biaya produksi usaha tani padi, sehingga memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani padi yang lahannya terdampak saat musim tanam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggambarkan kondisi lahan dan masalah usaha tani akibat banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, serta (2) Menganalisis perbandingan pendapatan petani padi sebelum dan sesudah banjir. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive, melibatkan 84 petani padi yang lahannya terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lahan sawah rusak dan tidak dapat ditanami, dengan masalah utama berupa gagal panen, rusaknya saluran irigasi, dan meningkatnya OPT. (2) Pendapatan petani sebelum banjir rata-rata Rp17.109.583,10/Ha/MT, namun setelah banjir turun menjadi Rp9.409.111,03/Ha/MT, dengan selisih pendapatan sebesar Rp7.700.472,07/Ha/MT atau penurunan sebesar 45,01%.
PEMETAAN DAERAH RAWAN PANGAN AKIBAT BANJIR BANDANG GALODO DI KABUPATEN TANAH DATAR Al Zacky, Fariz; Hafizah, Dian; Tanjung, Faidil; Khairati, Rusda; Triana, Lora; Hendri, M.; Saragih, Ummul Hikmah; Hakimi, Rini
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1926

Abstract

Kabupaten Tanah Datar sebagai sentra produksi padi nasional mengalami dampak signifikan terhadap ketahanan pangan akibat banjir bandang (galodo) pada 11 Mei 2024. Bencana ini mengakibatkan kerusakan lahan pertanian dan gagal panen yang mengancam pasokan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zonasi wilayah rawan pangan pascabencana berdasarkan analisis spasial yang komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan Food Disaster Overlap Mapping (FDOM) dalam platform Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknik ini menggabungkan tiga indikator utama: bahaya banjir, kerentanan sosial-ekonomi, dan kapasitas adaptif masyarakat. Analisis menghasilkan peta zonasi dengan tiga kategori kerawanan pangan: (1) Zona Sangat Rawan teridentifikasi di daerah dengan kerusakan irigasi parah dan gangguan distribusi pangan; (2) Zona Rawan Sedang berada pada lahan dengan kerusakan parsial; dan (3) Zona Rawan Rendah dicirikan oleh akses distribusi yang masih lancar. Secara kuantitatif, bencana merusak 511 hektar lebih sawah dan menyebabkan gagal panen 2.900 ton yang berdampak pada 2.063 petani. Studi ini menyimpulkan bahwa pemulihan ketahanan pangan memerlukan intervensi strategis yang berfokus pada rehabilitasi infrastruktur irigasi, diversifikasi pangan, penguatan logistik, dan peningkatan kapasitas mitigasi komunitas di wilayah terdampak.