Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu serta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Gizi kurang pada balita dipengaruhi oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yang mempengaruhi gizi kurang antara lain penyakit infeksi dan asupan makan balita, sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi gizi pada balita yaitu pendidikan, pengetahuan, keterampilan keluarga dan ketahanan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup. Pengembangan formula makanan berbasis PMT yang disesuaikan dengan kondisi lokal menjadi langkah strategis untuk menjawab permasalahan ini. Formula tersebut harus memenuhi syarat AKG (Angka Kecukupan Gizi), berbahan dasar pangan lokal yang mudah didapat dan murah, serta memiliki cita rasa yang dapat diterima oleh sasaran. Metode penelitian menggunakan RAL. Variabel bebas yaitu proporsi lele, tempe dan kelor. Variabel keterikatan nilai gizi (energi, protein, lemak dan karbohidrat, Fe dan mutu protein) serta mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil dari penelitian ini Formulasi Dimsum ikan lele, tempe dan kelor berupa Dim Sum memberikan perbedaan yang tidak signifikan terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur serta memberikan perbedaan nilai energi dan mutu gizi yang signifikan terhadap protein, lemak, dan karbohidrat.
Copyrights © 2025