Erywiyatno, Nina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFIKASI DIRI, DUKUNGAN SOSIAL, PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING DI KABUPATEN BONDOWOSO Siallagan, Hasna; Kusumawardani, Devi Arine; Rachmawati, Septi Nur; Erywiyatno, Nina
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v17i2.531

Abstract

Pendahuluan: Stunting menjadi permasalahan gizi prioritas yang perlu dilakukan tindakan pencegahan atau penanggulangan secara optimal karena berdampak terhadap peningkatan risiko terjadinya morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan: Menganalisis efikasi diri ibu, dukungan sosial ibu, dan PMBA sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan studi case control. Sampel penelitian secara keseluruhan adalah 72 orang yang terdiri dari 36 baduta stunting pada sampel kasus dan 36 baduta tidak stunting pada sampel kontrol. Data diperoleh melalui pengukuran menggunakan infantometer dan wawancara dengan responden menggunakan kuesioner yang sudah valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan confidence interval 95%. Hasil: Sebagian besar ibu baduta stunting memiliki efikasi diri yang rendah (52,8%), dukungan sosial yang rendah (55,6%) dan melakukan PMBA yang kurang (86,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri ibu (p-value < 0,001; OR = 8,941), dukungan sosial (p-value < 0,001; OR = 7,750), dan PMBA (p-value < 0,001; OR 10,989) dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara efikasi diri ibu, dukungan sosial ibu dan PMBA dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Kata kunci: dukungan sosial; efikasi diri; pemberian makan bayi dan anak; stunting
PMT, Gizi Kurang, Pengembangan F Erywiyatno, Nina; Puspita, Theresia
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.450

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu serta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Gizi kurang pada balita dipengaruhi oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yang mempengaruhi gizi kurang antara lain penyakit infeksi dan asupan makan balita, sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi gizi pada balita yaitu pendidikan, pengetahuan, keterampilan keluarga dan ketahanan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup. Pengembangan formula makanan berbasis PMT yang disesuaikan dengan kondisi lokal menjadi langkah strategis untuk menjawab permasalahan ini. Formula tersebut harus memenuhi syarat AKG (Angka Kecukupan Gizi), berbahan dasar pangan lokal yang mudah didapat dan murah, serta memiliki cita rasa yang dapat diterima oleh sasaran. Metode penelitian menggunakan RAL. Variabel bebas yaitu proporsi lele, tempe dan kelor. Variabel keterikatan nilai gizi (energi, protein, lemak dan karbohidrat, Fe dan mutu protein) serta mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil dari penelitian ini Formulasi Dimsum ikan lele, tempe dan kelor berupa Dim Sum memberikan perbedaan yang tidak signifikan terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur serta memberikan perbedaan nilai energi dan mutu gizi yang signifikan terhadap protein, lemak, dan karbohidrat.