Stunting masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah pada tahun 2024 terdata 3,1 % pada tahun 2024 masih jauh dibawah standar yang ditetapkan Kementrian Kesehatan yakni 20% dalam angka normal. Data diperoleh dari puskesmas Sri Kuncoro terdapat 16 orang balita stunting. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan kader tentang stunting, diketahuinya kadar Hb ibu hamil, Remaja, di desa Sri Kuncoro dan desa Pancamukti Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, pemberian makan tambahan dengan analisis situasi anak stunting di Sri Kuncoro., pemberdayaan kader kesehatan, evaluasi untuk mengukur keberhasilan program.Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam 3 tahap meliputi tahap 1 penyuluhan tentang stunting kader posyandu, tahap 2 pemberian makanan tambahan berupa susu kepada balita stunting yang berjumlah 16 balita, tahap ke 3 yaitu pemeriksaan Hb ibu hamil dan diakhir pengabdian dilakukan evaluasi keberhasilan program. Hasil : Pada saat penyuluhan kader terjadi peningkatan pengetahuan kader sebesar 25% setelah di evaluasi dengan memberkan pre dan post test. Terjadiya kenaikan tinggi badan balita stunting yang telah diberikan susu 2 kotak selama 2 bulan. Ditemukan kadar Hb ibu hamil rendah (rata-rata 10,4gr/dl) sebesar 69%. Terlihat pengabdian Masyarakat ini terjadi kenaikan pengetahuan kader dan kenaikan tinggi badan balita stunting dengan rentang 4 bulan pengukuran. Berdasarkan hasil yang didapat maka perlu dilanjutkan berupa monitoring dan evaluasi secara teratur untuk berlanjutnya kegiatan dalam pencegahan resiko stunting. Dirasakan perlu adanya kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dan program yang spesifik dimulai dari ibu hamil dalam persiapan kelahiran guna mencegah terjadinya stunting pada calon balitanya nanti.
Copyrights © 2025