Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effectiveness Test of Betel Leaf Ethanol Extract Cream (Piper Betle Linn) Toward Propionibacterium acnes Bacterial Growth Resva Meinisasti; Zamharira Muslim; Krisyanella; Raden Sunita
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 4 No. 2 (2020): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v4i2.112

Abstract

Background: One of skin diseases that is frequently taking attention among teenagers and young adults is acne or in medical term called acne vulgaris. Acne treatment can be treated by repairing follicular abnormalities, decreasing sebum production, decreasing the number of Propionibacterium acnes colonies and reducing inflammation of the skin. The bacterial population of Propionibacterium acnes can be reduced by giving an antibacterial substance such as erythromycin, clindamycin and benzoyl peroxide. In the treatment of acne we can get antibacterial originating from nature, one of which can be obtained in the secondary metabolism of plants. The extracts and essential oils of betel leaf contain antibacterial and antifungal activities. The effectiveness of the use of betel leaf ethanol extract (Piper betle Linn) in acne treatment can be improved by creating formulations in form of cream preparations. Formulations in cream preparations will affect the amount and speed of active substances that can be absorbed. Objectives: To determine the effectiveness of the ethanol extract cream of betel leaf (piper betle linn) cream in formulas with what percentage of active substance has the most-inhibitory effect on the growth of Propionibacterium acnes. Methods:The study used experimental research. Propionibacterium acnes samples were diluted in 0.9% physiological NaCl sterile and embedded in Nutrient Agar (NA) media. The media was inserted into an incubator at 37 ° C for 24 hours. The test of antibacterial activity used the disk diffusion method. The antibacterial activity test results were statistically analyzed using the Statistical Product Services Solution (SPSS 17) program with a confidence level of 95% (α = 0.05). Results: The three creams containing betel leaf ethanol extracts at percentages of 5%, 10% and 15% for each had inhibitory zones: 9.8 mm, 15.85 mm, 17.35 mm. Conclusion: Cream that contains 15% active substance has the strongest inhibition.
The Effectiveness Test of Betel Leaf Ethanol Extract Cream (Piper Betle Linn) Toward Propionibacterium acnes Bacterial Growth Resva Meinisasti; Zamharira Muslim; Krisyanella; Raden Sunita
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 4 No. 2 (2020): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v4i2.112

Abstract

Background: One of skin diseases that is frequently taking attention among teenagers and young adults is acne or in medical term called acne vulgaris. Acne treatment can be treated by repairing follicular abnormalities, decreasing sebum production, decreasing the number of Propionibacterium acnes colonies and reducing inflammation of the skin. The bacterial population of Propionibacterium acnes can be reduced by giving an antibacterial substance such as erythromycin, clindamycin and benzoyl peroxide. In the treatment of acne we can get antibacterial originating from nature, one of which can be obtained in the secondary metabolism of plants. The extracts and essential oils of betel leaf contain antibacterial and antifungal activities. The effectiveness of the use of betel leaf ethanol extract (Piper betle Linn) in acne treatment can be improved by creating formulations in form of cream preparations. Formulations in cream preparations will affect the amount and speed of active substances that can be absorbed. Objectives: To determine the effectiveness of the ethanol extract cream of betel leaf (piper betle linn) cream in formulas with what percentage of active substance has the most-inhibitory effect on the growth of Propionibacterium acnes. Methods:The study used experimental research. Propionibacterium acnes samples were diluted in 0.9% physiological NaCl sterile and embedded in Nutrient Agar (NA) media. The media was inserted into an incubator at 37 ° C for 24 hours. The test of antibacterial activity used the disk diffusion method. The antibacterial activity test results were statistically analyzed using the Statistical Product Services Solution (SPSS 17) program with a confidence level of 95% (α = 0.05). Results: The three creams containing betel leaf ethanol extracts at percentages of 5%, 10% and 15% for each had inhibitory zones: 9.8 mm, 15.85 mm, 17.35 mm. Conclusion: Cream that contains 15% active substance has the strongest inhibition.
Pemberdayaan Kader Dalam Pengelolaan Obat Rumah Tangga Di Lingkungan Kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu : Pengabdian Avrilya Iqoranny Susilo; Zamharira Muslim; Dira Irnameria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1168

Abstract

Salah satu perilaku masyarakat yang meningkat dalam pengobatan akhir-akhir ini adalah pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kemudahan dalam informasi membuat masyarakat cenderung mencari pengobatan sendiri tanpa banyak mengeluarkan biaya untuk membayar tenaga medis terkait dengan penyembuhan penyakit yang sedang diderita. Permasalahan yang timbul dari perilaku swamedikasi ini adalah banyaknya kesalahan dalam pengelolaan penyimpanan obat dalam rumah tangga. Salah satu upaya dalam penyelesaian masalah ini adalah dengan pemberdayaan kader posyandu yang ada di masyarakat untuk menyalurkan informasi yang diperoleh dari kegiatan ini. Kegiatan diawali dengan Pre Test untuk menilai tingkat pengetahuan para kader tentang pengelolaan obat di rumah tangga. Tahap selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang materi pengelolaan obat, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan Post Test untuk menilai pengetahuan kader setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan selanjutnya merupakan pemberdayaan kader, yaitu dengan kegiatan masing-masing kader mendatangi lima rumah warga di lingkungan sekitar untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi ke warga yang lain. Tahap akhir para kader akan melakukan monitoring evaluasi ke rumah warga bagaimana pengelolaan obat dalam rumah tangga setelah mendapat sosialisasai cara pengelolaan obat dalam rumah tangga yang benar. Pada evaluasi kegiatan didapatkan masih adanya penyimpangan dalam penyimpanan obat dalam rumah tangga, antara lain masih ada obat yang disimpan dalam lemari pendingin yang seharusnya di suhu ruang, obat kadaluarsa yang masih disimpan dan pembuangan obat yang belum sesuai. Hasil ini menunjukkan bahwa masih perlunya pendampingan kepada warga dalam pengelolaan obat dalam rumah tangga yang tepat dan benar.Adanya peningkatan pengetahuan kader dari sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah pelatihan.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN RISIKO STUNTING DI DESA SRI KUNCORO DAN DESA PANCA MUKTI KECAMATAN PONDOK KELAPA BENGKULU TENGAH Sahidan, Sahidan; Putri Widelia Welkriana; Jon Farizal; Tedy Febriyanto; Heru Laksono; Zamharira Muslim
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah pada tahun 2024 terdata 3,1 % pada tahun 2024 masih jauh dibawah standar yang ditetapkan Kementrian Kesehatan yakni 20% dalam angka normal. Data diperoleh dari puskesmas Sri Kuncoro terdapat 16 orang balita stunting. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan kader tentang stunting, diketahuinya kadar Hb ibu hamil, Remaja, di desa Sri Kuncoro dan desa Pancamukti Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, pemberian makan tambahan dengan analisis situasi anak stunting di Sri Kuncoro., pemberdayaan kader kesehatan, evaluasi untuk mengukur keberhasilan program.Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam 3 tahap meliputi tahap 1 penyuluhan tentang stunting kader posyandu, tahap 2 pemberian makanan tambahan berupa susu kepada balita stunting yang berjumlah 16 balita, tahap ke 3 yaitu pemeriksaan Hb ibu hamil dan diakhir pengabdian dilakukan evaluasi keberhasilan program. Hasil : Pada saat penyuluhan kader terjadi peningkatan pengetahuan kader sebesar 25% setelah di evaluasi dengan memberkan pre dan post test. Terjadiya kenaikan tinggi badan balita stunting yang telah diberikan susu 2 kotak selama 2 bulan. Ditemukan kadar Hb ibu hamil rendah (rata-rata 10,4gr/dl) sebesar 69%. Terlihat pengabdian Masyarakat ini terjadi kenaikan pengetahuan kader dan kenaikan tinggi badan balita stunting dengan rentang 4 bulan pengukuran. Berdasarkan hasil yang didapat maka perlu dilanjutkan berupa monitoring dan evaluasi secara teratur untuk berlanjutnya kegiatan dalam pencegahan resiko stunting. Dirasakan perlu adanya kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dan program yang spesifik dimulai dari ibu hamil dalam persiapan kelahiran guna mencegah terjadinya stunting pada calon balitanya nanti.