Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sebuah metodologi interpretasi teks suci Al-Qur'an yang relevan bagi dunia kepenyiaran Islam kontemporer, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Hermeneutika Al-Qur'an dan Kritik Sastra Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur yang mendalam (library research), yang fokus pada teori-teori interpretasi Al-Qur'an (seperti Tafsir Maudhu'i, Tafsir 'Ilmi), kaidah-kaidah kritik sastra Arab (al-naqd al-adabi), dan teori komunikasi penyiaran. Hermeneutika Al-Qur'an berfungsi sebagai kerangka filosofis untuk memahami konteks historis (asbabun nuzul) dan tujuan utama (maqashid) dari ayat-ayat. Sementara itu, kritik sastra Arab digunakan sebagai alat analisis untuk membedah aspek estetika bahasa (balaghah), struktur naratif, dan gaya bahasa (uslub) Al-Qur'an, memastikan interpretasi tetap setia pada kemukjizatan linguistiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kedua disiplin ilmu ini menghasilkan sebuah kerangka metodologi penyiaran yang transformatif. Metodologi ini menuntut para broadcaster Islam (penyiar, dai, produser konten) untuk tidak hanya menyampaikan "apa" isi pesan Al-Qur'an, tetapi juga "bagaimana" keindahan pesan itu diungkapkan. Prinsip-prinsip yang dirumuskan meliputi: (1) contextual fidelity dalam penyampaian khutbah atau ceramah; (2) aesthetic narration dalam produksi konten visual atau audio; dan (3) ethical interpretation yang menghindari pemahaman simplistis atau parsial.
Copyrights © 2025