Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi interpersonal petugas pemasyarakatan dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian narapidana residivis di Lapas Kelas I Palembang serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petugas serta narapidana residivis. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal DeVito yang mencakup lima dimensi keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan serta teori labeling dari Edwin Lemert dan Howard Becker untuk menjelaskan dampak sosial dan psikologis pelabelan terhadap residivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal sudah dilakukan, namun belum optimal karena berbagai kendala seperti keterbatasan jumlah petugas, kurangnya ruang komunikasi privat, dan masih adanya stigma negatif terhadap residivis. Pelabelan sosial berdampak pada rendahnya kepercayaan diri serta internalisasi identitas negatif narapidana. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas petugas dan penerapan strategi komunikasi yang lebih empatik, humanis, dan bebas stigma guna mendukung efektivitas pembinaan serta keberhasilan reintegrasi sosial narapidana residivis.
Copyrights © 2026