Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan regional berdasarkan potensi pertanian lokal guna meningkatkan pendapatan masyarakat di Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Haranggaol Horison memiliki potensi yang kuat untuk mengembangkan komoditas hortikultura, khususnya cabai merah dan bawang merah, didukung oleh tanah yang subur, iklim pegunungan yang sejuk, dan tenaga kerja pertanian yang berpengalaman. Namun, wilayah ini masih menghadapi tantangan seperti modal yang terbatas, teknologi pertanian tradisional, dan sistem pemasaran yang lemah. Skor IFE total sebesar 2.04 menunjukkan kondisi internal yang moderat–lemah, sementara skor EFE sebesar 1.66 menunjukkan bahwa peluang eksternal belum sepenuhnya dimanfaatkan. Berdasarkan hasil gabungan IFE–EFE, posisi strategis wilayah ini berada di Kuadran V (Tahan dan Pertahankan) dengan strategi utama WO (Kelemahan–Peluang), yang berfokus pada mengatasi kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. Analisis QSPM mengidentifikasi strategi prioritas utama sebagai pengembangan produksi cabai merah dan bawang merah berdasarkan potensi lokal dan pasar regional, dengan skor TAS tertinggi sebesar 2,84. Studi ini menyimpulkan bahwa memperkuat lembaga petani, meningkatkan akses ke modal, mengadopsi teknologi adaptif, dan mengembangkan agro-wisata hortikultura terintegrasi merupakan arah strategis yang efektif untuk mencapai pengembangan pertanian regional yang berkelanjutan dan kompetitif.
Copyrights © 2026