Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi peran perempuan dalam keluarga Adat Kajang di tengah paparan digital di wilayah sekitarnya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi, dari hasil wawancara 2 responden penelitian menemukan bahwa peran perempuan tidak mengalami perubahan signifikan meskipun terjadi perkembangan teknologi di luar kawasan adat. Hal ini disebabkan oleh kuatnya pengaruh Pasang ri Kajang sebagai sistem nilai yang mengatur kehidupan sosial, termasuk peran gender. Perempuan tetap menjalankan tugas domestik, peran ritual, serta fungsi budaya seperti menenun dan mewariskan etika mappatabe’. Pembatasan penggunaan teknologi di kawasan inti adat memperkuat ketahanan budaya masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai adat berperan besar dalam mempertahankan struktur sosial di era digital.
Copyrights © 2026