Moh Arib Ramdhana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ketimpangan Sosial Dan Akses Terhadap Keadilan Hukum Di Indonesia Dwiyani Subhan; Delfa Satriyani; Dina Arianti; Moh Arib Ramdhana; Muhammad Watif Massunna
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11170

Abstract

Ketimpangan sosial merupakan permasalahan serius yang memengaruhi akses masyarakat, khususnya kelompok miskin, terhadap lembaga peradilan di Indonesia. Artikel ini mengkaji bagaimana ketimpangan ekonomi, rendahnya literasi hukum, serta dominasi kekuasaan berdampak pada pemenuhan hak-hak hukum masyarakat yang terpinggirkan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah sejumlah jurnal nasional yang relevan dan dapat diakses secara terbuka. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketimpangan sosial tidak hanya memperlebar jurang dalam pelayanan hukum, tetapi juga memicu meningkatnya tindakan kriminal yang muncul sebagai bentuk resistensi terhadap sistem yang dianggap tidak adil. Ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, lemahnya penyidikan, dan akses terbatas terhadap bantuan hukum menjadi gejala nyata dari sistem hukum yang belum inklusif. Kondisi ini memperparah marginalisasi hukum terhadap kelompok miskin. Oleh karena itu, perlu adanya reformasi hukum yang berorientasi pada keadilan sosial, termasuk peningkatan akses terhadap bantuan hukum, transparansi proses peradilan, dan penguatan lembaga yang berpihak pada masyarakat rentan. Dengan demikian, sistem hukum yang adil dan setara dapat tercipta bagi seluruh lapisan masyarakat.
Konstruksi Peran Perempuan Dalam Keluarga Adat Kajang Di Era Paparan Digital Anggraeni, Fika; Moh Arib Ramdhana; Olan Laen LAngi; A. Octamaya Tenri Awaru
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi peran perempuan dalam keluarga Adat Kajang di tengah paparan digital di wilayah sekitarnya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi, dari hasil wawancara 2 responden penelitian menemukan bahwa peran perempuan tidak mengalami perubahan signifikan meskipun terjadi perkembangan teknologi di luar kawasan adat. Hal ini disebabkan oleh kuatnya pengaruh Pasang ri Kajang sebagai sistem nilai yang mengatur kehidupan sosial, termasuk peran gender. Perempuan tetap menjalankan tugas domestik, peran ritual, serta fungsi budaya seperti menenun dan mewariskan etika mappatabe’. Pembatasan penggunaan teknologi di kawasan inti adat memperkuat ketahanan budaya masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai adat berperan besar dalam mempertahankan struktur sosial di era digital.
Konstruksi Peran Perempuan Dalam Keluarga Adat Kajang Di Era Paparan Digital Anggraeni, Fika; Moh Arib Ramdhana; Olan Laen LAngi; A. Octamaya Tenri Awaru
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi peran perempuan dalam keluarga Adat Kajang di tengah paparan digital di wilayah sekitarnya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi, dari hasil wawancara 2 responden penelitian menemukan bahwa peran perempuan tidak mengalami perubahan signifikan meskipun terjadi perkembangan teknologi di luar kawasan adat. Hal ini disebabkan oleh kuatnya pengaruh Pasang ri Kajang sebagai sistem nilai yang mengatur kehidupan sosial, termasuk peran gender. Perempuan tetap menjalankan tugas domestik, peran ritual, serta fungsi budaya seperti menenun dan mewariskan etika mappatabe’. Pembatasan penggunaan teknologi di kawasan inti adat memperkuat ketahanan budaya masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai adat berperan besar dalam mempertahankan struktur sosial di era digital.