Musik tanjidor, atau jidur dalam istilah masyarakat Pedamaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan warisan sejarah-budaya yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kajian ini mencoba melacak jejak dokumentasi perkembangan jidor di Pedamaran sekaligus memetakan evolusi dan masa keemasan Jidur Pedamaran dalam tiga dekade tahun 1950 sampai 1980. Selain itu kajian ini juga menjelaskan alasan sosiologis di balik bertahannya Jidur Pedamaran sebagai warisan budaya di masyarakat Pedamaran pada saat itu. Kajian ini menggunakan metode sejarah, meliputi heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa kehadiran jidur di Pedamaran tidak lepas dari penggunaan musik militer di masa kolonial. Musik militer ini selanjutnya dimanfaatkan oleh pemimpin komunitas etnis Cina Palembang, Kapiten Tjoa untuk media upacara hari besar keagamaan di Kampung Pecinan 7-10 Ulu, Palembang. Namun setelah tidak terpakai, dibeli oleh Pedagang Cinta Jaya, Marga Danau dan dibawah ke Pedamaran untuk terus tumbuh dan berkembang.
Copyrights © 2025