Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Social Characteristics of Squid Fishermen Conditions in Improving Household Welfare and Income, Lampung Riantini, Maya; Bidarti, Agustina; Bursan, Rinaldi; Listiana, Indah; Al Faris, Luthfi Naufal
Journal of Tropical Marine Science Vol 6 No 2 (2023): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v6i2.2979

Abstract

The level of income determines the welfare of fishermen. The aim of this study was to determine the relationship between the income level of squid fishermen and household incomse with the condition of squid fishermen. This study was conducted in Sukajaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung. The results of the study showed that squid fisherman households with income above the minimum wage (prosperous) value have side jobs that can increase their income to meet the daily needs. The welfare level of squid fishermen is in the poor to moderate category. Education is a human right for every Indonesian citizen, thus every citizen has the right to get a proper education. Education is an important indicator in measuring household welfare. The difference in the education level will certainly affect the level of welfare obtained by each household. Most of the squid fishermen are in a prosperous condition because they have high scores on every welfare indicator, especially on education indicators, consumption levels and patterns as well as housing and environmental indicators.
The Role of Cooperatives in Stabilizing Palm Oil FFB Prices and Their Impact on Member Welfare (Case Study in Kud Makmur Jaya, Baringin Jaya Village, District Torgamba, South Labuhanbatu Regency, North Sumatra) Ningsih, Anggun Widya; Bidarti, Agustina
Sriwijaya Journal of Agribusiness and Biometrics in Agriculture Research Vol 2 No 2 (2022): November - April 2023
Publisher : Departement of Socio-Economic Agricuture, Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5713/.v2i2.54

Abstract

ABSTRACT This study aims to: 1) To identify the causes of instability in palm oil FFB prices in Baringin Jaya Village, Torgamba District, southern Labuhanbatu Regency. 2) To identify the role of cooperatives in stabilizing palm oil FFB prices from their relation to cooking oil prices in KUD Makmur Jaya Beringin Jaya Village, Torgamba District, southern Labuhanbatu Regency. 3) To analyze the effect of unstable palm oil FFB prices on the welfare of KUD Makmur Jaya members. This research was conducted at KUD Makmur Jaya, Beringin Jaya Village, Torgamba District, South Labuhanbatu Regency. This location determination is carried out intentionally (Purposive) based on information and considerations related to existing problems. The study was conducted in August 2022 using simple random sampling and snowball sampling methods. Based on the results of the study, the instability of palm oil FFB prices in Baringin Jaya Village occurs due to world market factors and also the government's duberi pricing system, cooperatives play a role in formulating prices together with administrators and supervisors to stabilize FFB prices where prices are determined based on market prices, FFB quality, consumer satisfaction and can compete with other business units. KUD Makmur Jaya also does good marketing and good management of oil palm plantations as well. The unstable price of FFB has a significant effect on the welfare of KUD Makmur Jaya members. (both farm income, access to health facilities and access to education) Keyword: KUD Makmur Jaya, Palm Oil FFB Price, Member Welfare
Long-Term Savings as a Source of Oil Palm Replanting Financing Vinota, Livia; Maryadi, Maryadi; Bidarti, Agustina
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 13, No 2 (2024): December
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jsea.v13i2.89227

Abstract

Replanting activities are one of the ways to maintain the productivity of oil palm plants. The large costs required in replanting indicate that financial planning is needed to ensure the implementation of replanting can be realized properly. This study aims to calculate the value of savings to prepare for the needs of oil palm replanting funds and provide recommendations for the implementation plan of long-term savings activities that can be carried out by oil palm farmers. This research method uses a quantitative-qualitative method. The key informants in this study were officers at KPKS Suka Makmur and employees at Bank Sumsel Babel. The informants were selected by purposive sampling by considering their expertise in oil palm replanting activities and long-term savings products. Based on the results of the research, it is known that the value of savings that must be prepared by farmers in one month is IDR 294,256.54 per hectare. Farmers can save their savings in two schemes, which are using an institutional account or a personal account. It is expected that farmers can prepare replanting funds through regular monthly savings through long-term savings in the name of an institution or group. In addition, there is a need for socialization and discussion by cooperatives or farmer groups to their members regarding the future financial plans of oil palm farming so that farmers can properly prepare for the needs of oil palm replanting funds
Pengembangan Songket Marga Danau untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Irwanto, Dedi; Bidarti, Agustina; Ansori, Ansori
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i2.8310

Abstract

Topik kegiatan usaha merubah sikap-perilaku, peningkatan pengetahuan, serta teknik demplot alih teknologi ATMB Songket Marga Danau Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode yang digunakan berupa metode penyuluhan dan pendampingan selama 6 bulan. Berdasar hasil masyarakat Pedamaran bekerja di sektor pertanian tidak sampai seharian penuh, sehingga ada waktu luang yang dapat dipergunakan dalam membuat dan menggunakan ATMB Songket Marga Danau. Dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan selama kegiatan ini peserta dapat memiliki keterampilan sekaligus memanfaatkan waktu luang untuk menghasilkan produk berupa pembuatan dan penggunaan ATMB Songket Marga Danau sehingga dapat meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat pedesaan tersebut.
Historiografi dan Makna Sungai di Sumatera Selatan Irwanto, Dedi; Yusuf, Syafruddin; Bidarti, Agustina
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8585

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelisik jejak historiografi mengenai sungai-sungai serta pemaknaan sungai bagi masyarakat Sumatera Selatan. Penelitian ini bersandar pada metode historis melalui empat tahapan, yakni heuristik atau proses pengumpulan data, verifikasi atau kritik sumber, interpretasi atau penafsiran dan historiografi atau analisis penulisan sejarah. Berdasar hasil dari penelitian dapat dikatakan walau masyarakat Sumatera Selatan bersifat dwelling culture, berkehidupan di tepian sungai sehingga membentuk riparian culture, masyarakat berbudaya tepian sungai dengan sungai merupakan hal sangat penting dalam kehidupannya. Namun dalam penelahaan peneliti, masih terdapat minimnya kajian dari perspektif sejarah sungai. Kondisi minimnya tulisan sejarah sungai ini harus ditingkatkan karena menjadi kanal, akses, gerbang, portal untuk memahami pentingnya sungai secara simbolik bagi masyarakat Sumatera Selatan. Di mana sungai diposisikan dan dimaknai sebagai harmonisasi dan keluasan pengetahuan mereka dalam berkehidupan budaya dan politis. Walau tidak lagi terlalu menggantungkan diri dengan sungai, namun pemahaman pada sungai masih sangat relevan dalam mengurai kompleksitas kehidupan masyarakat Sumatera Selatan di tepian Batanghari Sembilan
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PROSPEK UNIT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN BOKAR (UPPB) MENUJU ERA BARU Nugraha, Iman Satra; Bidarti, Agustina
JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol. 19 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.741 KB) | DOI: 10.21831/jim.v19i1.49391

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia hasil dari penilaian kinerja karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan pada akhirnya tercapainya tujuan perusahaan yang berkelanjutan. Kinerja karyawan harus tetap terus dijaga agar perusahaan dapat eksisting menghadapi persaingan dari luar. Oleh karena itu penulisan artikel ilmiah ini perlu dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan oleh karyawan/pengurus Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Artikel ini dilakukan menggunakan metode desk study yaitu berdasarkan literatur yang dihimpun oleh penulis untuk menghasilkan alternated yang diperlukan untuk membentuk UPPB yang mampu bersaing. Pada saat ini kontribusi UPPB sebesar 10% dari total produksi karet di Sumatera Selatan (Sumsel). Capaian tersebut masih tergolong rendah sehingga UPPB perlu memikirkan cara untuk meningkatkan kontribusi tersebut. Peluang tersebut sangat memungkinkan untuk dilakukan karena secara hukum UPPB telah dipayungi peraturan No. 38/Permentan/OT.140/8/2008 tentang Pedoman Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet, dan peraturan Kementerian Perdagangan (2009 ) No . 5 3 /M- DAG/PER/10/2009 tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Komoditi Ekspor Standard Indonesian Rubber. Salah satu cara yang dapat dilakukan UPPB adalah dengan memperkuat sumber daya manusia pengurus mulai dari ketua UPPB sampai ke bagian pemasaran, produksi, teknis dan pengawasan. Penguatan ini diharapkan akan meningkatkan kontribusi dalam menghasilkan bokar bersih. Selain itu juga dengan adanya peningkatan sumber daya manusianya akan meningkatkan nilai tambah UPPB dengan adanya diversifikasi produk yang awalnya hanya sleb tebal menjadi produk jadi seperti balon maupun karet gelang. Penambahan nilai tambah ini akan dapat meningkatkan pendapatan petani karet maupun kemajuan UPPB itu sendiri serta mampu menangkap peluang pasar yang lebih luas.
Integrasi Sistem Baqutolak di Masyarakat Pedesaan Bidarti, Agustina; Husin, Laila; Irwanto, Dedi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v6i1.2665

Abstract

Penerapan integrasi sistem Bioflok, Aquaponik, dan Ikan Toman Lokal (Baqutolak) ditujukan untuk masyarakat Pedesaan, terutama anggota Kelompok Budidaya Ikan (Pokdatan) Toman Kito Desa Pedamaran VI, Kecamatan Pedamaran, OKI, Sumatera Selatan. Baqutolak ini penting mengingat kebutuhan ikan toman sangat tinggi untuk acara perkawinan di Pedamaran serta meningkat pendapatan pembudidaya ikan toman. Metode yang digunakan dalam kegiatan berupa penyuluhan tatap muka, visitasi, pendampingan dan pengembangan alih teknologi rancang Baqutolak. Kegiatan pelaksanaan selama 6 bulan. Berdasar hasil pelaksanaan pengabdian dengan beberapa tahapan diperoleh adanya peningkatan pengetahuan anggota Pokdatan Toman Kito tentang pembuatan dan penggunaan kolam integrasi sistem Baqutolak pada pre-test rata-rata 42.50% meningkat di post-test rata-rata 88.00% kategori sangat baik. Sedangkan keterampilan pembuatan dan penggunaan Baqutolak dari pre-test 45.00% menjadi rata-rata 86.50% pada saat post-test kategori sangat baik. Peserta kegiatan dapat memiliki keterampilan budidaya ikan toman di Baqutolak yang nantinya dapat menambah pendapatannya.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Usaha Bersama (KUBE) melalui Pelatihan Strategi Pengembangan Usaha dan Pemasaran Sriati, Sriati; Priyanto, Gatot; Junaidi, Yulian; Bidarti, Agustina
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.11039

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi, ketrampilan dan kemampuan   Anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) KSU BMT Trans Mekar Sari Mandiri di Desa Muliasari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin dalam mengembangkan usahanya. Guna mencapai tujuan tersebut dilakukan Pelatihan tentang Strategi Pengembangan Usaha kelompok dan pemasaran. Metode pelaksanaan yaitu dengan presentasi, tanya jawab tentang materi,  dan diskusi kelompok tentang keragaan KUBE di masa pandemi. Materi pelatihan meliputi: Prinsip-prinsip pengembangan usaha kelompok, pengembangan produk baru, diversifikasi usaha, peningkatan mutu produk, perluasan pemasaran, dan keberlanjutan usaha. Peserta pelatihan adalah: Ketua/anggota KUBE KSU BMT Trans Mekar Sari Mandiri, berjumlah 20 orang.. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, motivasi, ketrampilan dan kemampuan peserta tentang pengembangan usaha kelompok bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE).  Peserta merespon baik materi yang disampaikan, terutama materi tentang pengembangan usaha kuliner. Berdasarkan hasil diskusi kelompok, permasalahan yang dihadapi KUBE adalah  belum berperannya kelompok sebagai unit usaha bersama. Terlihat dari jenis dan sifat usaha masih dilakukan secara individu. Kelompok hanya untuk bersama-sama mendapatkan modal dari koperasi dikelola per kelompok usaha. Peserta antusias untuk menambah pengetahuannya tentang strategi mengembangkan peran kelompok sebagai unit usaha. Peserta mengusulkan kedepannya dibentuk satu jenis usaha yang bisa dikelola kelompok dengan pendekatan unit usaha kelompok yang memanfaatkan bahan baku lokal.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PROSPEK UNIT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN BOKAR (UPPB) MENUJU ERA BARU Nugraha, Iman Satra; Bidarti, Agustina
JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol. 19 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jim.v19i1.49391

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia hasil dari penilaian kinerja karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan pada akhirnya tercapainya tujuan perusahaan yang berkelanjutan. Kinerja karyawan harus tetap terus dijaga agar perusahaan dapat eksisting menghadapi persaingan dari luar. Oleh karena itu penulisan artikel ilmiah ini perlu dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan oleh karyawan/pengurus Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Artikel ini dilakukan menggunakan metode desk study yaitu berdasarkan literatur yang dihimpun oleh penulis untuk menghasilkan alternated yang diperlukan untuk membentuk UPPB yang mampu bersaing. Pada saat ini kontribusi UPPB sebesar 10% dari total produksi karet di Sumatera Selatan (Sumsel). Capaian tersebut masih tergolong rendah sehingga UPPB perlu memikirkan cara untuk meningkatkan kontribusi tersebut. Peluang tersebut sangat memungkinkan untuk dilakukan karena secara hukum UPPB telah dipayungi peraturan No. 38/Permentan/OT.140/8/2008 tentang Pedoman Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet, dan peraturan Kementerian Perdagangan (2009 ) No . 5 3 /M- DAG/PER/10/2009 tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Komoditi Ekspor Standard Indonesian Rubber. Salah satu cara yang dapat dilakukan UPPB adalah dengan memperkuat sumber daya manusia pengurus mulai dari ketua UPPB sampai ke bagian pemasaran, produksi, teknis dan pengawasan. Penguatan ini diharapkan akan meningkatkan kontribusi dalam menghasilkan bokar bersih. Selain itu juga dengan adanya peningkatan sumber daya manusianya akan meningkatkan nilai tambah UPPB dengan adanya diversifikasi produk yang awalnya hanya sleb tebal menjadi produk jadi seperti balon maupun karet gelang. Penambahan nilai tambah ini akan dapat meningkatkan pendapatan petani karet maupun kemajuan UPPB itu sendiri serta mampu menangkap peluang pasar yang lebih luas.
INCOME AND EXPENDITURE ANALYSIS AND COPING MECHANISMS OF RICE FARMER HOUSEHOLDS IN MUARA BELIDA DISTRICT MUARA ENIM REGENCY BEFORE AND DURING THE PANDEMIC Yunita; Riswani; Bidarti, Agustina
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 22 NO 01 2023 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.8 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.22.01.207-226

Abstract

The pandemic has brought major changes to all aspects of the society, including social and economic changes. Various limitations are experienced by almost all levels of society. This study aims to 1) analyze changes in household income and expenditure of rice farmers before and during the pandemic and 2) describe the coping mechanisms of rice farmer households during the pandemic. The method used is a survey method. Data collection is done directly through interviews using a questionnaire. The samples used were 80 farmer households which were taken through simple random sampling technique. The data were processed quantitatively and explained descriptively, then presented in tabulated form and continued with paired-sample t test. The results show that 1) there is a significant decrease in household income, which is 5.65% during the pandemic compared to the income before the pandemic, 2) there is a shift (an increase of 1.88%) in household food consumption expenditures before and during the pandemic, while household non-food expenditure decreases by 3.65% during the pandemic, and 3) The survival strategies applied by farming households during the pandemic include a combination of active strategies and passive strategies by 62.5%, a combination of passive strategies and network strategies by 36% and those applying a combination of active strategies, passive strategies and network strategies by 15%.  Farmer households are expected to be able to maximize the use of their yards, fish ponds, and livestock as an additional source of livelihood or an effort to reduce household non-food expenditure.