Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan senam bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis di Sumatera Utara dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan aktivitas fisik sebagai intervensi sederhana bagi anak berkebutuhan khusus. Sebanyak 27 guru mengikuti pelatihan yang dirancang melalui pendekatan participatory training dengan tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan modul, pelatihan tatap muka, simulasi praktik, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap pentingnya senam bagi anak autis. Sebelum pelatihan, mayoritas guru berada pada kategori “Kurang” dan “Cukup”, sementara setelah pelatihan terjadi pergeseran positif dengan meningkatnya jumlah guru dalam kategori “Baik” hingga lebih dari setengah peserta. Observasi keterampilan memperlihatkan guru mampu mempraktikkan gerakan senam dengan benar serta mengarahkan anak secara lebih terstruktur. Dampak kegiatan juga terlihat dari aspek sosial budaya, yaitu meningkatnya penerimaan lingkungan sekolah terhadap senam sebagai bagian dari kurikulum harian, serta implikasi ekonomi berupa berkurangnya ketergantungan pada terapi eksternal. Dengan demikian, pelatihan senam terbukti relevan dan efektif dalam mendukung pendidikan inklusif, meningkatkan kualitas layanan guru, serta memperkuat perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak autis di Sumatera Utara.
Copyrights © 2025