Keamanan pangan merupakan aspek penting yang menentukan kualitas kesehatan masyarakat, terutama pada produk hewani seperti daging ayam. Penanganan dan penyimpanan yang tidak higienis dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi mikroba yang berpotensi menurunkan kualitas serta membahayakan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi daging ayam broiler yang dijual di pasar tradisional Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dengan fokus pada parameter Total Plate Count (TPC), keberadaan Escherichia coli, dan Salmonella sp. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik sampling jenuh. Sebanyak 10 sampel daging diuji menggunakan metode TPC, media EMBA untuk E. coli, dan media SSA untuk Salmonella sp. Hasil uji menunjukkan bahwa satu sampel (10%) melebihi ambang batas TPC berdasarkan SNI 7388:2009 yaitu 1×10⁶ CFU/g, sedangkan sembilan lainnya masih dalam batas aman. Pengujian E. coli menunjukkan bahwa 3 dari 10 sampel (30%) positif terkontaminasi, dan uji Salmonella sp. juga menunjukkan 3 sampel (30%) positif. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar sampel memenuhi standar mutu mikrobiologis, masih terdapat risiko kontaminasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan konsumen jika daging tidak dimasak dengan benar. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan sanitasi dan edukasi terkait penanganan daging ayam di pasar tradisional
Copyrights © 2025