Pesondo adalah kebiasaan yang dilakukan ketika anak tertua-yang berusia sekitar tujuh tahun-mencapai usia tertentu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses, tahapan, fungsi, serta nilai yang terdapat dalam tradisi pesondo dalam pengobatan pada masyarakat Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualiatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik Purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Pesondo melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap awal penentuan waktu, tahap pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari, hari pertama berupa pembuatan pakanama dan hari kedua merupakan inti pelaksanaan tradisi serta tahap akhir berupa pembacaan doa. Tradisi ini memiliki beberapa fungsi penting dalam konteks pengobatan, antara lain fungsi religi sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan, fungsi sosial yang mempererat hubungan masyarakat, serta fungsi sebagai sarana komunikasi baik antaranggota komunitas maupun melalui simbol-simbol ritual. Selain itu, tradisi Pesondo juga mengandung berbagai nilai yang berkontribusi pada pembentukan karakter masyarakat, yaitu nilai komunikatif, nilai religi, nilai tanggung jawab, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai keingintahuan, dan nilai kejujuran.
Copyrights © 2025