Kapopanga merupakan ritual adat masyarakat Muna yang berfungsi sebagai proses negosiasi dengan penghuni pohon atau hutan (jin) sebelum pembukaan lahan atau penebangan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual kapopanga serta fungsi tradisi kapopanga pada masyarakat Muna di Desa Lombu Jaya, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi kapopanga terdiri atas empat tahap, yaitu pengecekan lokasi, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan ritual, dan tahap kasolo. Tradisi kapopanga memiliki fungsi religi sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan upaya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan makhluk gaib, serta fungsi sosial dalam mempererat hubungan antarwarga, memperkuat gotong royong, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Copyrights © 2025