Anak usia dini berada pada fase peka sehingga pembentukan karakter perlu dilakukan melalui pembiasaan yang konsisten. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembiasaan religius dan strategi penguatan nasionalisme dalam kegiatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi pada 14–26 Februari 2025 terhadap 52 anak kelompok A dan B. Hasil menunjukkan pembiasaan religius diterapkan melalui doa harian, doa rosario, cerita Alkitab, perayaan hari besar, serta keteladanan guru, dan berdampak pada sikap tertib, empati, kepedulian, dan kebersihan. Penguatan nasionalisme dilakukan lewat baris-berbaris masuk kelas, upacara bendera, latihan Pancasila, bernyanyi lagu nasional dan lagu daerah, serta makan bersama yang melatih disiplin, budaya antre, tanggung jawab, dan berbagi. Kendala meliputi fokus saat upacara, hafalan Pancasila, penghayatan lagu Indonesia Raya, dan keteraturan membawa bekal. Disimpulkan bahwa pembiasaan terintegrasi efektif menumbuhkan spiritualitas dan patriotisme bila didukung latihan bertahap dan kolaborasi aktif sekolah–orang tua.
Copyrights © 2026