Perkembangan pola makan berbasis nabati mendorong meningkatnya kebutuhan akan produk pangan vegan yang tidak hanya memenuhi aspek gizi dan prinsip vegan, tetapi juga memiliki tingkat penerimaan sensoris yang baik. Pentol sebagai jajanan tradisional Indonesia berpotensi dikembangkan menjadi produk vegan, tetapi kajian mengenai penerimaan sensoris pentol vegan yang sepenuhnya bebas bahan hewani masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan konsumen terhadap pentol vegan berbahan dasar tepung kedelai melalui uji sensoris metode hedonik. Penelitian menggunakan desain eksperimental deskriptif dan dilaksanakan pada bulan Mei 2024 di Vihara Buddhayana Surabaya. Produk pentol vegan diformulasikan menggunakan tepung kedelai sebagai sumber protein utama dengan penambahan jamur kancing, jamur kuping, dan wortel. Uji sensoris melibatkan 25 panelis tidak terlatih dari komunitas vegan yang menilai atribut warna, rasa, aroma, dan tekstur menggunakan skala hedonik lima tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh atribut sensoris memperoleh tingkat kesukaan pada kategori “cukup suka” hingga “suka”. Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada atribut rasa sebesar 3,56, diikuti oleh warna sebesar 3,44, serta aroma dan tekstur masing-masing sebesar 3,36. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pentol vegan berbahan dasar tepung kedelai dapat diterima oleh konsumen vegan, meskipun aspek visual dan tekstural masih perlu dioptimalkan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan produk jajanan vegan berbasis bahan lokal yang berkelanjutan dan berpotensi diterima oleh konsumen.
Copyrights © 2025