Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN 15 Palu untuk mengatasi menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional suku Kaili akibat dominasi permainan digital. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya nilai karakter dan identitas budaya siswa, sehingga diperlukan upaya inovatif untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Sebagai solusi, diimplementasikan model pembelajaran Nobangan yang berbasis permainan tradisional suku Kaili, yang berfungsi tidak hanya sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Kegiatan program meliputi: (a) pelatihan guru dalam pengembangan modul pembelajaran berbasis Nobangan, sehingga guru mampu merancang perangkat ajar sesuai kebutuhan kelas; (b) pendampingan penerapan model Nobangan di kelas, yang menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dan kemampuan guru dalam memanfaatkan permainan tradisional sebagai media edukatif; serta (c) pengembangan media pembelajaran digital berupa video untuk mendukung implementasi lebih luas. Untuk keberlanjutan, direncanakan sosialisasi hasil program kepada pihak sekolah, guru dan siswa, agar model ini dapat terintegrasi ke dalam kebijakan sekolah. Hasil sementara menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan meningkatnya antusiasme siswa, keterlibatan guru yang lebih aktif, serta tumbuhnya kesadaran bersama akan pentingnya pelestarian budaya lokal.
Copyrights © 2025