Dalam Islam, belajar mempunyai landasan konseptual yang bersumber dari Al-Qur’an yang dikenal sebagai landasan religius. Al-Qur’an sebagai landasan religius merupakan seperangkat asumsi yang menjadi sumber kaidah-kaidah agama (religi) yang dijadikan dasar teori belajar. Artikel ini mengkaji diskursus dalam keilmuan modern (ilmu psikologi) dengan nilai-nilai fundamental (nilai epistimologis) dalam al-Qur’an yang diturunkan sebagai petunjuk (hidayah) yang mengajarkan bahwa belajar (pendidikan) merupakan aktivitas ibadah, proses tranformasi nilai (tazkiyatun nafs) dan pengetahuan serta merupakan perjalanan kognitif spiritual yang melibatkan jiwa (nafs), akal (aql) dan hati nurani (qalb). Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah library research (studi kepustakaan) dengan analsisi deskriptif kualitatif, yang bertujuan memberikan pandangan teosentris belajar yang mengintegrasikan aspek kognifif dengan dimensi spiritualitas serta menemukan relevansinya dan bagaimana motivasi psikologis tersebut membentuk perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi psikologis dan perilaku belajar dalam perspektif Al-Qur'an memiliki dimensi yang sangat mendalam dan holistik serta merupakan aspek fundamental dalam perkembangan individu terutama dalam konteks belajar yang merupakan aspek integrasi keimanan dan amal (keyakinan dan orientasi tujuan).Motivasi tersebut bukan hanya bersifat ekstrinsik (pahala dan siksa), akan tetapi juga bersifat intrinsik yang menjadi fitrah manusia untuk memperoleh kebenaran. Dalam Islam, motivasi belajar tidak hanya bertujuan untuk mencapai kesuksesan dunia tetapi juga untuk mencapai ridha Allah swt dan kebahagiaan akhirat. Berdasarkan landasan religius ini bahwa belajar merupakan ibadah karena hal tersebut merupakan perintah serta merupakan manifestasi dari penghambban kepada Allah SWT yang mempunyai nilai sama dengan jihad fi sabilillah.
Copyrights © 2025