Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Pranatal dan Long Lif Pendidikan Pranatal dan Long Life Education Dalam Al-Qur’an Rosyadi, Moh Imron
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Makalah ini mengkaji dan mengekplorasi bagaimana al-Qur’an menjelaskan tentang pendidikan (sejak usia kapan pendidikan dimulai dan sampai kapan manusia mempunyai kewajiban belajar). Al-Qur’an mengkonfirmasi bahwa manusia (anak) sebagai makhluk yang tumbuh dan berkembang, memiliki perilaku dan kepribadian yang merupakan hasil dari kesinambungan dan interaksi antara faktor alamiah dan pendidikan. Teori ilmiah menyatakan bahwa perkembangan manusia (anak) dimulai sejak pembuahan (pada saat sel sperma ayah menembuh didnding sel telur ibu) dan diyakini karakteristik orang tua diturunkan kepada anak pada saat pembuahan meskipun mereka berbeda mengenai apa saja yang diturunkan dan bagaimana caranya. al-Qur’an mengisyaratkan upaya mendidik dapat dilakukan sejak dini saat anak masih berupa janin dalam rahim ibu karena setelah berusia empat bulan masa kehamilan, organ janin telah terbentuk sebagai manusia kemudian ditiupkan ruh dan bersamaan dengan itu, ditentukan hukum-hukum perkembangannya seperti masalah masalah yang berkaitan dengan tingkah laku (sifat, karakter serta bakat), kekayaan, batas usia, dan lain-lain. Perkembangan pranatal bayi mengkonfirmasi bahwa janin dalam rahim pada usia 20 minggu masa kehamilan sudah dapat merasa dan merespon sehingga proses pendidikan dapat dimulai sejak awal pembuahan (proses nuthfah). Oleh karena itu, makalah ini akan mengulas tentang Long Life Education Dan Pendidikan Pranatal dalam Al-Qur’an. Kata Kunci : Pranatal, Long Life Education, al-Qur’an
IMPLEMENTASI AKAD TELON DAN IMPLIKASINYA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI Qodariyah, Nadia Laila; Hodrih, Hodrih; Rosyadi, Moh Imron; Ramdhan, Tri Wahyudi
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 1 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v1i4.2095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik akad telon atau mukhabarah sebagai bentuk kerja sama pertanian antara pemilik lahan dan penggarap di Dusun Langkap Timur, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari interaksi langsung dengan masyarakat setempat, sedangkan data sekunder berasal dari literatur keislaman dan referensi akademik pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad telon dilaksanakan berdasarkan asas kepercayaan dan kesepakatan lisan tanpa perjanjian tertulis, dengan pembagian hasil panen 1/3 untuk pemilik lahan dan 2/3 untuk penggarap. Sistem ini memungkinkan peningkatan pendapatan petani penggarap, terutama bagi mereka yang tidak memiliki lahan namun memiliki kemampuan bertani. Simpulan, praktik akad telon mencerminkan nilai-nilai keadilan dan keberdayaan ekonomi dalam Islam, serta menjadi kearifan lokal yang relevan dalam pengelolaan pertanian pedesaan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Akad Telon, Mukhabarah, Kerja Sama Pertanian, Kearifan Lokal  
Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan (Motivasi Psikologis dan Perilaku Belajar Perspektif Al-Qur'an) Rosyadi, Moh Imron
An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taswirul Afkar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64469/an-nafah.v5i2.68

Abstract

Dalam Islam, belajar mempunyai landasan konseptual yang bersumber dari Al-Qur’an yang dikenal sebagai landasan religius. Al-Qur’an sebagai landasan religius merupakan seperangkat asumsi yang menjadi sumber kaidah-kaidah agama (religi) yang dijadikan dasar teori belajar. Artikel ini mengkaji diskursus dalam keilmuan modern (ilmu psikologi) dengan nilai-nilai fundamental (nilai epistimologis) dalam al-Qur’an yang diturunkan sebagai petunjuk (hidayah) yang mengajarkan bahwa belajar (pendidikan) merupakan aktivitas ibadah, proses tranformasi nilai (tazkiyatun nafs) dan pengetahuan serta merupakan perjalanan kognitif spiritual yang melibatkan jiwa (nafs), akal (aql) dan hati nurani (qalb). Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah library research (studi kepustakaan) dengan analsisi deskriptif kualitatif, yang bertujuan memberikan pandangan teosentris belajar yang mengintegrasikan aspek kognifif dengan dimensi spiritualitas serta menemukan relevansinya dan bagaimana motivasi psikologis tersebut membentuk perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi psikologis dan perilaku belajar dalam perspektif Al-Qur'an memiliki dimensi yang sangat mendalam dan holistik serta merupakan aspek fundamental dalam perkembangan individu terutama dalam konteks belajar yang merupakan aspek integrasi keimanan dan amal (keyakinan dan orientasi tujuan).Motivasi tersebut bukan hanya bersifat ekstrinsik (pahala dan siksa), akan tetapi juga bersifat intrinsik yang menjadi fitrah manusia untuk memperoleh kebenaran. Dalam Islam, motivasi belajar tidak hanya bertujuan untuk mencapai kesuksesan dunia tetapi juga untuk mencapai ridha Allah swt dan kebahagiaan akhirat. Berdasarkan landasan religius ini bahwa belajar merupakan ibadah karena hal tersebut merupakan perintah serta merupakan manifestasi dari penghambban kepada Allah SWT yang mempunyai nilai sama dengan jihad fi sabilillah.