Latar belakang: Pondok pesantren pada umumnya memiliki banyak kegiatan yang dilakukan oleh santri, baik kegiatan akadamik dan non-akademik sehingga dapat memicu santri menjadi mudah lelah, stress, dan waktu tidur yang berkurang. Kurangnya waktu tidur dapat mempengaruhi hormon nafsu makan sehingga dapat menyebabkan peningkatan asupan makan dan perubahan status gizi. Selain waktu tidur, makan pagi yang tidak memenuhi kebutuhan seseorang juga akan mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi tidur dan kebiasaan makan pagi dengan status gizi santriwati di pondok pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Data durasi tidur dan kebiasaan makan pagi diambil dengan kuesioner dan data status gizi diambil dengan menggunakan alat timbangan digital dan microtoice. Jumlah subjek yang diambil menggunakan total sampling sebanyak 120 subjek. Analisis data menggunakan Uji Pearson Chi-Square. Hasil: Rata- rata durasi tidur subjek dikategorikan buruk yaitu sebanyak 119 subjek (99,2%). Rata-rata asupan makan pagi subjek dikategorikan asupan kurang yaitu 67 subjek (55,8%). Santriwati yang mengalami status gizi baik sebanyak 78 subjek (65%). Simpulan: Tidak ada hubungan antara durasi tidur dengan status gizi di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta (P = 0,762). Tidak ada hubungan antara asupan makan pagi dengan status gizi di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Purwakarta (P = 0,669).
Copyrights © 2025