Kawasan Pasar Besar merupakan kawasan yang berpengaruh bagi perekonomian Kota Malang. Namun pada kondisi eksisting, fungsi perdagangan dan jasa kawasan ini masih belum optimal, sehingga menciptakan ketidakteraturan dan kurang tertatanya kawasan. Berdasarkan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang berupaya mengembangkan kawasan ini melalui revitalisasi secara bertahap, dengan konsep kawasan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan dengan fungsi optimal. Maka dari itu perlu adanya penelitian untuk mengukur apakah kawasan tersebut memiliki potensi untuk menjadi kawasan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan, serta memiliki daya tarik, guna menunjang keberlanjutan lingkungan perkotaan ke depannya, melalui salah satu koridor utamanya. Adapun permasalahan yang terjadi didominasi oleh mobilitas kawasan yang belum tertata, sehingga penelitian ini berfokus pada aspek sirkulasi, terutama walkability-nya. Penelitian dengan topik serupa sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian ini menggunakan pendekatan melalui model regresi untuk menentukan apa yang harus menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas jalur pedestrian pada wilayah studi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model regresi, yang nantinya dapat dijadikan acuan penilaian apabila terdapat upaya perencanaan peningkatan kualitas jalur pedestrian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier untuk menganalisis tingkat kenyamanan berjalan berdasarkan indeks walkability. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwasannya enam indeks walkability berpengaruh secara signifikan terhadap Visual yang menarik dan Terasa aman, sehingga dirumuskan dua model regresi untuk mengukur masing-masing variabel tersebut. Dari kedua model regresi tersebut, terdapat kesamaan tiga variabel bebas yang masuk ke dalam model, yaitu Perilaku Pengendara, Perawatan dan Kebersihan Jalur Pedestrian, dan Kelengkapan Infrastruktur Jalur Pedestrian. Sehingga tiga variabel tersebut dapat dijadikan acuan prioritas perbaikan.
Copyrights © 2025