Koridor Kayutangan di Kota Malang memiliki sejarah yang panjang sejak masa penjajahan Belanda pada tahun 1914, dengan demikian, koridor ini merupakan rumah bagi banyak contoh arsitektur kolonial. Urbanisasi yang terjadi di Kota Malang menyebabkan banyak bangunan kolonial berganti menjadi bangunan modern yang menyebabkan berkurangnya nilai dan ciri khas pada Koridor tersebut baik secara fisik maupun secara non-fisik, sehingga membahayakan karakter asli Koridor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter Koridor Kayutangan sebagai warisan bersejarah berdasarkan nilai signifikansi budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis coding. Kami mengumpulkan data melalui observasi lapangan dan wawancara bersama para ahli. Berdasarkan hasil diskusi, Koridor Kayutangan saat ini memiliki nilai estetitka yang tinggi dari aspek jalan, desain street furniture, dan bangunan. Meskipun desain street furniture, terutama lampu jalan, sempat menuai kontroversi, namun minat pengunjung tetap tinggi. Nilai arsitektur memperlihatkan berbagai langgam arsitektur pada bangunan di Koridor Kayutangan. Nilai sejarah menguraikan asal-usul nama Kayutangan, sejarah jalan, penggunaan lahan, dan bangunan di koridor tersebut. Nilai sosial mencerminkan hubungan antara masyarakat dan Koridor Kayutangan dalam aktivitas ruang publik, serta dampak revitalisasi dan pengaturan lalu lintas terhadap interaksi sosial. Nilai ilmiah mengungkap ketahanan struktur dan perkembangan teknologi terhadap bangunan bersejarah di Koridor Kayutangan.
Copyrights © 2025