Penelitian ini menganalisis pola spasial prevalensi stunting di Kota Pekalongan dan hubungannya dengan bencana banjir rob menggunakan pendekatan autokorelasi spasial. Data prevalensi stunting tahun 2023 dan 2024 dianalisis dengan Moran's I dan Local Indicator of Spatial Association (LISA) untuk mengidentifikasi klaster dan pola distribusi. Hasil menunjukkan nilai Moran's I yang lemah (-0,104 pada 2023 dan 0,073 pada 2024), mengindikasikan tidak adanya pola spasial yang kuat. Namun, pada 2024 teridentifikasi klaster tinggi (high-high) di Kelurahan Klego, yang diduga terkait dengan keterbatasan akses air bersih dan faktor kesehatan setempat. Wawancara dengan ahli gizi dan tokoh masyarakat mengungkap bahwa adaptasi ekonomi, seperti kerja di industri rokok, membantu mengurangi dampak banjir rob terhadap stunting. Temuan ini berbeda dengan studi sebelumnya yang menghubungkan banjir dengan peningkatan stunting melalui gangguan ekonomi dan akses gizi. Penelitian menyimpulkan bahwa di Pekalongan, hubungan antara banjir rob dan stunting bersifat lokal dan terbatas, dengan faktor adaptasi masyarakat memainkan peran penting.
Copyrights © 2025