Memiliki akhlak yang mulia merupakan suatu keharusan bagi seorang muslim, karena memiliki akhlak yang mulia dapat menjadikan seseorang bermatabat dan memiliki kedudukan yang tinggi. Tidak terkecuali dalam melaksanakan ibadah kepada Tuhannya. Seorang muslim hendaknya melaksanakan melakukan ibadahnya dengan benar dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, mengikuti tuntunan sesuai dengan ajaran agama dapat memberikan ketentraman bagi seorang muslim, ketentraman dalam kehidupan muslim akan berdampak kepada kesehatan mental dan kesehatan mental memberikan suatu kebahagiaan. Namun dalam kenyataannya banyak sekali dari sebagian dari umat muslim dalam menjalankan ibadahnya tidak maksimal dan berjalan dengan baik dalam melaksanakan suatu ibadah, barangkali hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, terlalu cinta dunia, kurangnya akhlak, dan kurangnya pemahaman tujuan manusia diciptakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka dan yang menjadi sumber utama penelitian ini adalah Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili dengan permasalahan yang diteliti yakni bagaimana penafsiran wahbah Az-Zuhaili terhadap Q.S. Al-Furqa>n ayat 63-77 dan bagaimana konsep Akhlak Iba>d Ar-Rahma>n perspektif Wahbah Az-Zuhaili. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa akhlak Iba>d Ar-Rahma>n yang terdapat dalam Q.S. Al-Furqan ayat 63-77 sebagai berikut: rendah hati ( Tawadlu), sabar dan berkata yang baik-baik, mendirikan shalat malam, merasa takut terhadap adzab Allah SWT, tidak berlebihan dan tidak kikir, tidak syirik, menjauhi pembunuhan, menjauhi perbuatan zina, menjauhi kebohongan, bertaubat, dan berdoa kepada Allah SWT.
Copyrights © 2025