Keragaman pemahaman Islam di Indonesia telah melahirkan berbagai gerakan keagamaan yang dipandang berbeda dari ajaran Islam umumnya, sehingga menimbulkan tantangan sosial di level masyarakat. Fenomena ini penting untuk diteliti mengingat dampaknya terhadap keharmonisan dan persatuan umat Islam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap masyarakat Muslim di Lingkungan VII Kelurahan Bantan, Medan Tembung mengenai kehadiran aliran sempalan, menelaah aspek-aspek yang membentuk cara pandang mereka, dan mengetahui bentuk-bentuk tanggapan sosial yang berkembang. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara sengaja. Hasil riset memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki cara pandang yang bervariasi walaupun sebagian besar menyatakan tidak ada aliran sempalan di wilayah mereka. Pembentukan cara pandang dipengaruhi pendidikan agama, peran ulama, cerita dari masyarakat, media massa, dan faktor ekonomi-sosial. Tanggapan masyarakat menunjukkan sikap hati-hati tetapi tetap terbuka dalam menghadapi perbedaan kepercayaan. Penelitian ini menyajikan gambaran tentang kehidupan beragama masyarakat dan urgensi pendekatan yang bijak dalam menyikapi keberagaman paham keagamaan.
Copyrights © 2025