Penelitian ini membahas praktik istigasah Jamā’ah al-Hidayah di Kampung Cigoce melalui pendekatan dramaturgi Erving Goffman. Dengan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa front stage menampilkan ustaz dan jama’ah dalam peran religius yang khidmat dengan simbol-simbol kesalehan, sedangkan back stage memperlihatkan interaksi santai yang memperkuat kohesi sosial. Istigasah juga membentuk status sosial dan peranan yang beragam, mulai dari ustaz sebagai pemimpin ritual, jama’ah sebagai penguat legitimasi, hingga remaja sebagai pewaris tradisi. Dengan demikian, istigasah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membangun identitas dan solidaritas masyarakat.
Copyrights © 2025