Penelitian ini menelaah transformasi Islam pada era Revolusi Industri 4.0 dengan menekankan rekonstruksi nilai, praktik, dan ekspresi keagamaan ke dalam bentuk budaya digital yang disebarluaskan melalui media sosial, kecerdasan buatan, dan berbagai platform daring. Menggunakan metode studi literatur yang merujuk pada sumber-sumber akademik kontemporer, penelitian ini menerapkan analisis konten dan kerangka tematik untuk mengkaji empat domain utama, yaitu dakwah digital, pendidikan Islam 4.0, ekonomi digital syariah, dan identitas Muslim global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi secara signifikan membentuk ulang keterlibatan keagamaan umat Islam, terlihat dari pergeseran dakwah tradisional menuju komunikasi audio-visual interaktif, meningkatnya kebutuhan literasi digital dalam pendidikan Islam, pesatnya perkembangan sistem ekonomi syariah berbasis teknologi, serta munculnya identitas Muslim global yang lebih cair namun berpotensi rapuh. Kajian terhadap 18 publikasi menunjukkan bahwa dakwah digital menjadi tema paling dominan (35%), disusul pendidikan Islam (30%), ekonomi digital syariah (25%), dan identitas global (10%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam pada era digital menunjukkanadaptabilitas yang tinggi, tetapi memerlukan penguatan literasi digital keagamaan serta pedoman etika bermedia untuk menjaga keaslian dan relevansi nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2025