Kajian ini mengeksplorasi strategi literasi kritis, kemampuan reflektif, dan kompetensi interkultural dalam pengajaran bahasa untuk membangun siswa yang kritis, reflektif, dan adaptif. Tujuan penelitian mencakup identifikasi hambatan utama, pengembangan strategi inovatif, dan solusi praktis untuk mengintegrasikan literasi kritis dalam pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, analisis praktik terbaik, dan studi kasus teoretis. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif-kritis dan sintesis tematik untuk menghasilkan kerangka kerja yang holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi keterbatasan pemahaman terhadap konteks sosial-budaya, kesulitan menganalisis teks multimodal, dan stereotip budaya yang tertanam. Strategi seperti diskusi teks autentik bertema sosial-budaya, analisis wacana multimodal, dan simulasi lintas budaya terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi kritis, kemampuan reflektif, dan sensitivitas antarbudaya siswa. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk memahami isu-isu global secara mendalam, mengembangkan kemampuan analitis, dan beradaptasi dengan norma budaya yang berbeda. Kebaruan kajian ini terletak pada integrasi literasi kritis, refleksi multidimensi, dan kompetensi interkultural dalam satu kerangka pembelajaran holistik. Pendekatan ini relevan untuk menghadapi tantangan globalisasi dan mempersiapkan siswa menjadi individu yang responsif terhadap dunia yang terus berkembang. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan inklusif yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Copyrights © 2025