Studi ini membandingkan dua model taman kota yaitu Taman Ramah Anak di Jakarta dan Taman Edukatif Bersejarah di Ambon dalam kerangka pembangunan kota humanis Kota humanis adalah konsep perkotaan yang mengutamakan kesejahteraan sosial keamanan dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk anak anak dan komunitas lokal Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kedua taman mengakomodasi kebutuhan pengunjung melalui analisis aspek desain fungsi dan nilai sosial yang terkandung di dalamnya Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung wawancara semi terstruktur dengan pengunjung serta pengelola taman dan analisis dokumen kebijakan pengelolaan ruang publik Taman Lapangan Banteng di Jakarta dikaji sebagai contoh taman ramah anak hasil revitalisasi yang menyediakan fasilitas bermain aman edukatif dan menarik Sementara itu Taman Museum Gong Perdamaian Dunia di Ambon diteliti sebagai taman edukatif bersejarah yang berfungsi sebagai ruang refleksi rekreasi dan interaksi sosial antar generasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman di Jakarta menekankan aspek perkembangan anak dengan prioritas pada keamanan kenyamanan dan estetika sedangkan taman di Ambon mengedepankan nilai historis dan sosial Studi ini merekomendasikan integrasi konsep edukasi dan keamanan serta tata kelola berkelanjutan untuk memperkuat fungsi sosial dan budaya taman kota < p>
Copyrights © 2025